Keributan WNA di Terminal 3 Bandara Soetta: Kesalahpahaman Lama Picu Cekcok, Polisi Mediasi
Baca dalam 60 detik
- Polresta Bandara Soekarno-Hatta meredakan keributan antar WNA di counter check-in Cathay Pacific Terminal 3, Senin malam.
- Insiden dipicu kesalahpahaman terkait masalah di negara asal beberapa tahun lalu; polisi menghadirkan penerjemah Mandarin.
- Kedua pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan tanpa proses hukum, aktivitas bandara tetap normal.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil meredakan ketegangan antar warga negara asing (WNA) di area check-in Terminal 3, Senin (15/6) malam, setelah cekcok yang dipicu oleh kenangan lama dari negara asal mereka hampir mengganggu arus penumpang maskapai Cathay Pacific.
Keributan pertama kali dilaporkan petugas Aviation Security (Avsec) Cathay Pacific sekitar pukul 20.30 WIB. Personel Polsubsektor Terminal 3 yang tiba di lokasi segera mengamankan area dan membawa beberapa WNA yang terlibat ke markas subsektor untuk dimintai keterangan. Untuk menjembatani komunikasi, polisi menghadirkan seorang penerjemah bahasa Mandarin.
Dari hasil mediasi, diketahui bahwa perselisihan tersebut bukanlah masalah baru di Indonesia, melainkan berkaitan dengan peristiwa yang diduga pernah terjadi di negara asal para WNA itu beberapa tahun sebelumnya. Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol. Wisnu Wardana menjelaskan, "Setelah dilakukan klarifikasi dan mediasi dengan bantuan penerjemah, para pihak memahami duduk permasalahan yang terjadi dan sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan tanpa melanjutkan ke proses hukum."
Pendekatan persuasif dan mediasi menjadi kunci dalam penanganan insiden ini. Kapolsubsektor Terminal 3 menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban di kawasan bandara tanpa mengganggu pelayanan penumpang. Berkat respons cepat personel Polresta Bandara Soetta bersama Avsec, situasi di Terminal 3 dapat segera dikendalikan dan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal.
Bagi pengguna jasa bandara di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi yang baik dan pelaporan cepat kepada petugas jika menemukan potensi gangguan keamanan. Polresta Bandara Soetta mengimbau seluruh penumpang untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mengedepankan penyelesaian masalah secara damai. "Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga para pihak meninggalkan lokasi," pungkas Kombes Wisnu.
Ke depan, bandara-bandara utama di Indonesia, khususnya yang melayani rute internasional, perlu terus memperkuat prosedur penanganan konflik antar penumpang asing. Apakah kesalahpahaman serupa dapat diminimalkan dengan peningkatan layanan penerjemah dan sosialisasi aturan di area check-in?



