IHSG Hijau, Asing Net Buy Rp257,8 M: Saham Perbankan dan Komoditas Jadi Sasaran
Baca dalam 60 detik
- Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp257,8 miliar di bursa Indonesia pada sesi I, mendorong IHSG ke zona hijau.
- Saham perbankan seperti BBCA dan BMRI serta komoditas TPIA menjadi incaran utama, sementara BUMI dan DSSA dilepas.
- Aksi beli asing mencerminkan optimisme terhadap sektor keuangan dan sumber daya alam Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan sesi I Senin (15/6/2026), ditopang oleh aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp257,8 miliar. Aliran modal asing tersebut menyasar saham-saham perbankan dan komoditas, menandakan kepercayaan asing terhadap fundamental ekonomi domestik.
Berdasarkan data Indo Premier, total nilai transaksi investor asing pada sesi I tercatat sebesar Rp10,7 triliun, dengan rincian foreign buy Rp5,5 triliun dan foreign sell Rp5,2 triliun. Pola transaksi menunjukkan bahwa asing cenderung mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan komoditas, sambil melepas saham-saham energi dan tambang tertentu.
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi primadona dengan net foreign buy tertinggi mencapai Rp300,8 miliar. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp262,8 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp246,8 miliar. Aksi borong asing juga terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp126,5 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp43,1 miliar, serta PT Timah Tbk. (TINS) Rp37,9 miliar.
Di sisi lain, aksi jual asing masih terfokus pada saham-saham energi. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatat net foreign sell terbesar sebesar Rp188,2 miliar, diikuti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp147,1 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp67 miliar. Pelepasan asing juga terjadi pada PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp59,6 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) Rp42,9 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp39,1 miliar.
Bagi investor domestik, pergerakan asing ini memberikan sinyal bahwa sektor perbankan dan komoditas masih dipandang prospektif. Kenaikan harga komoditas global dan stabilitas suku bunga domestik menjadi faktor pendorong. Namun, pelepasan saham energi seperti BUMI mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap prospek batu bara jangka panjang. Analis memperkirakan, jika IHSG mampu bertahan di level hijau hingga akhir sesi, sentimen positif ini dapat berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Ke depan, investor perlu mencermati data inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed yang dapat mempengaruhi aliran modal asing ke pasar emerging market, termasuk Indonesia. Akankah aksi beli asing ini berkelanjutan atau hanya bersifat sementara? Jawabannya akan bergantung pada perkembangan global dan fundamental ekonomi nasional.



