Badai Cedera dan Skandal: Inggris Turunkan Tiga Debutan di Tes Kedua Lawan Selandia Baru
Baca dalam 60 detik
- Jordan Cox dan Sonny Baker akan menjalani debut Test untuk Inggris di The Oval, sementara Matthew Fisher tampil untuk kedua kalinya setelah empat tahun.
- Ketidakhadiran Ben Stokes dan Gus Atkinson akibat pelanggaran jam malam, ditambah cedera Ollie Robinson, memaksa Inggris melakukan lima perubahan dari Tes pertama.
- Joe Root ditunjuk sebagai kapten interim menggantikan Stokes, dengan Harry Brook sebagai wakil, dalam keputusan kolaboratif yang disebut pelatih Brendon McCullum.

Tim kriket Inggris akan menurunkan tiga pemain baru dalam Tes kedua melawan Selandia Baru di The Oval, Rabu (12/6), di tengah badai cedera dan skandal yang mengguncang skuad. Jordan Cox (Essex) dan Sonny Baker (Hampshire) akan menjalani debut Test, sementara Matthew Fisher (Surrey) tampil untuk kedua kalinya setelah lebih dari empat tahun.
Lima perubahan dari Tes pertama di Lord's dipicu oleh kombinasi cedera dan insiden di luar lapangan. Kapten Ben Stokes dan Gus Atkinson dikeluarkan dari skuad menyusul pelanggaran jam malam di sebuah klub malam London pekan lalu, di mana seorang anggota staf keamanan dipukul oleh pemain rugbi Saracens. Sementara itu, bowler Ollie Robinson harus absen karena nyeri lutut kanan, padahal ia baru saja mencatat tujuh wicket dalam comeback gemilang di Lord's.
Pelatih Brendon McCullum mengakui adanya "sedikit kekacauan" di sekitar tim, namun tetap percaya diri dengan susunan pemain yang diturunkan. "Saya melihat line-up minggu ini dan itu sangat menarik. Tidak menjamin kesuksesan, tapi ini ujian nyata pertama di mana kami berada," ujarnya.
Debut Cox sudah lama dinantikan. Ia seharusnya bermain di Selandia Baru pada 2024, tetapi cedera ibu jari menghalanginya. Setelah absen di awal musim karena Indian Premier League, ia membuktikan diri dengan skor 204 run dari 201 bola melawan Leicestershire. McCullum memilih Cox di posisi tujuh karena "kekuatan dan permainan menyeluruhnya", sementara James Rew—yang bisa menjadi debutan ketiga—ditempatkan sebagai cadangan penjaga wicket.
Baker, bowler cepat yang mampu melempar hingga 90 mph, menjalani debut Test setelah penampilan sulit di kriket putih tahun lalu (0-76 di ODI dan 0-52 di T20I). Namun, ia telah menunjukkan peningkatan dengan 22 wicket di County Championship. "Saya pikir negara akan mendukungnya karena ia bermain sedikit seperti Mark Wood," kata McCullum. "Ia memiliki kecepatan udara yang baik, mengayunkan bola, dan perayaannya liar—Anda bisa melihat kriket adalah yang ia inginkan."
Fisher, yang bermain untuk Surrey di The Oval, memberikan opsi bola baru di absennya Robinson. Ia hanya memainkan satu Test sebelumnya, di Hindia Barat pada 2022, yang merupakan seri terakhir kepemimpinan Joe Root sebelum era Stokes-McCullum.
Keputusan menunjuk Root sebagai kapten interim untuk Tes kedua, bukan wakil kapten Harry Brook, disebut McCullum sebagai keputusan kolaboratif. Brook sendiri mengatakan kepada McCullum bahwa Root adalah "orang yang tepat" untuk memimpin. "Joe sangat bersemangat. Ia merasa berada di tempat yang lebih baik sekarang untuk melakukan pekerjaan itu," ungkap McCullum. "Ia menyebut Brook memiliki salah satu otak taktik terbaik yang pernah ia lihat, jadi ia akan sangat bergantung padanya."
Brook sebelumnya menjadi korban pukulan seorang bouncer di luar klub malam di Wellington pada Oktober lalu, menjelang ODI melawan Selandia Baru. McCullum mengakui Brook belum menjadi pemimpin yang sempurna, tetapi ia akan memberikan dukungan penuh kepada Root.
Latihan pertama Inggris sejak kemenangan Tes pertama dan insiden Stokes-Atkinson berlangsung pada Minggu. McCullum mengaku terkesan dengan atmosfer tim. "Saya penasaran bagaimana keadaan tim, dan sejujurnya saya cukup senang. Ada ketenangan. Para pemain masih membahas pekan lalu, tetapi mereka mulai berkomunikasi tentang apa yang perlu dilakukan pekan ini dan bagaimana beradaptasi dengan kondisi," katanya. "Joe berbicara dengan brilian. Hubungannya dengan Harry akan memberi kami lapisan kepemimpinan yang baik."
Dengan komposisi tim yang sarat debutan dan kapten baru, Inggris menghadapi ujian berat melawan Selandia Baru. Mampukah mereka mempertahankan momentum setelah kemenangan di Lord's, atau justru kekacauan di luar lapangan akan mengganggu performa?



