Pengejaran Fortuner di Ciledug: Pengemudi Diduga Pengguna Narkoba, Massa Bertindak
Baca dalam 60 detik
- Pengemudi Fortuner yang dikejar polisi di Ciledug diduga terlibat penyalahgunaan narkoba jenis tembakau sinte.
- Aksi kejar-kejaran berakhir dengan tabrakan beruntun dan pengemudi diamuk massa sebelum diamankan petugas.
- Polisi masih mendalami peran pengemudi, apakah sebagai pengguna atau pengedar, sementara korban luka-luka dievakuasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558448/original/055219700_1776419031-IMG_5041.jpeg)
Seorang pengemudi Toyota Fortuner di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, nekat melarikan diri saat akan ditangkap polisi, menabrak sejumlah pengendara motor sebelum akhirnya dihentikan oleh amukan massa. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan rangkaian penindakan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengemudi tersebut berusaha kabur saat petugas hendak menangkapnya. Dalam pengejaran, mobil yang dikendarainya menabrak beberapa pengendara motor hingga akhirnya berhenti setelah menghantam trotoar di kawasan Puribeta 2, Ciledug. "Bukan kecelakaan murni, ini upaya melarikan diri," tegas Budi.
Kemarahan massa tak terhindarkan. Warga yang melihat kejadian langsung berteriak "maling" dan mengeroyok pengemudi. Akibatnya, pria tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut apakah pengemudi tersebut hanya pengguna atau terlibat sebagai pengedar narkoba jenis tembakau sinte.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, mengungkapkan bahwa pengemudi diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang. "Masih kita dalami, apakah dia pengguna atau yang lainnya," ujarnya. Saat ini, perkara masih ditangani Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
Insiden ini menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba di jalan raya. Tembakau sinte, yang kerap disebut sebagai "gorilla tobacco", merupakan salah satu narkotika sintetis yang marak beredar di Indonesia. Efeknya bisa memicu perilaku agresif dan hilang kendali, seperti yang diduga terjadi pada pengemudi Fortuner. Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap pengemudi yang bertindak membahayakan.
Polisi mengimbau agar warga tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat. Kasus ini juga menjadi ujian bagi penegakan hukum di Jakarta Selatan, terutama dalam memberantas peredaran narkoba yang kerap melibatkan kendaraan pribadi. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa efektif pengawasan polisi terhadap pengguna narkoba di jalan, dan akankah ada langkah preventif untuk mencegah insiden serupa?


