Zaskia Adya Mecca Turun ke Jalan: Bawa Tiga Ambulans untuk Aksi Ibu-Ibu
Baca dalam 60 detik
- Artis Zaskia Adya Mecca menyediakan tiga ambulans dan logistik dalam aksi demonstrasi Aliansi Ibu Indonesia di Bundaran HI, Jumat lalu.
- Keterlibatannya murni spontan tanpa afiliasi politik, didorong keresahan sebagai ibu terhadap kondisi bangsa.
- Bantuan dikumpulkan dari masyarakat dan pengikut Instagramnya, menunjukkan solidaritas warga yang meluas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257676/original/017872600_1781250660-1001367534.jpg)
Aktris Zaskia Adya Mecca mengerahkan tiga unit ambulans dan sejumlah bantuan logistik saat mengikuti aksi unjuk rasa Aliansi Ibu Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (12/6). Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan pribadinya terhadap situasi kebangsaan yang dinilai mencemaskan.
Zaskia mengaku tidak memiliki koordinasi formal dengan kelompok mahasiswa atau organisasi politik mana pun. Kehadirannya, menurut dia, murni didorong oleh kegelisahan sebagai seorang ibu yang khawatir akan masa depan anak-anaknya. "Aku enggak kenal siapapun di sini. Jadi aku datang cuman karena kegelisahan aku sebagai seorang ibu, punya enam orang anak," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Dalam aksi tersebut, Zaskia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menyediakan layanan medis darurat dan logistik. Ia membawa tiga ambulans yang disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban luka. Selain itu, ia juga mendistribusikan makanan, minuman, dan obat-obatan yang dikumpulkan dari para pengikutnya di media sosial. "Alhamdulillah bisa bawa tiga ambulans hari ini, terus bantu logistik. Dan di lapangan juga ketemu sama pejuang-pejuang yang baru," tambahnya.
Menariknya, seluruh bantuan yang dibawa Zaskia merupakan hasil patungan dari masyarakat luas yang merespons unggahannya di Instagram. Ia bertindak sebagai perantara yang memfasilitasi titipan bantuan dari mereka yang tidak bisa hadir langsung. "Ya ada makanan, minuman, cemilan, ada obat-obatan buat medis. Terus ambulans juga hasil patungan dari orang-orang banyak-banyak gitu. Jadi ya kumpulan orang aja, karena aku bisa hadir, mungkin mereka pada nitip," jelasnya.
Zaskia menegaskan bahwa aksi ini murni bersifat kemanusiaan dan tidak terkait dengan kepentingan politik praktis atau partai oposisi. Ia menekankan bahwa posisinya sebagai ibu yang memiliki enam orang anak membuatnya merasa perlu menyuarakan kegelisahan. "Aku ngerasa selagi aku punya tenaga, punya waktu, punya energi, aku akan melakukan sesuatu gitu karena aku pengen bersuara aja," katanya.
Keterlibatan figur publik seperti Zaskia dalam aksi demonstrasi mencerminkan tren meningkatnya partisipasi kalangan selebritas dalam isu-isu sosial-politik. Di Indonesia, fenomena ini kerap memicu perdebatan tentang batas antara aksi kemanusiaan dan politik. Namun, Zaskia dengan tegas membedakan partisipasinya sebagai bentuk kepedulian ibu, bukan sebagai alat politik.
Ke depannya, aksi serupa berpotensi terus muncul seiring dengan meningkatnya keresahan publik terhadap berbagai isu kebangsaan. Pertanyaannya, apakah partisipasi figur publik semacam ini akan mendorong perubahan kebijakan atau sekadar menjadi katarsis emosional belaka?



