Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Indonesia, Prabowo Jadi Pusat Perhatian
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi akan bertemu Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta dalam kunjungan satu hari yang menekankan penguatan kerja sama pertahanan bilateral.
- Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan transfer kapal perusak Asagiri-class ke Indonesia, yang disepakati pekan lalu di Tokyo.
- Kunjungan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang di Asia Tenggara, terutama dalam menjaga keamanan jalur laut vital.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Jumat pekan ini untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kunjungan satu hari itu menjadi sinyal kuat bahwa Tokyo serius memperdalam hubungan pertahanan dengan Indonesia, salah satu mitra terpentingnya di Asia Tenggara.
Dalam konferensi pers di Tokyo, Koizumi mengungkapkan bahwa pertemuan tiga pihak yang melibatkan Prabowo merupakan inisiatif dari pihak Indonesia. Hal ini, menurutnya, mencerminkan minat lama Prabowo dalam memperluas kerja sama pertahanan dengan Jepang. Sebelumnya, pada Maret lalu, Prabowo telah menyatakan niatnya untuk memperkuat kerja sama tersebut dalam pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo.
Kunjungan Koizumi terjadi hanya sepekan setelah ia dan Sjafrie menyepakati langkah maju dalam pembahasan transfer kapal perusak kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang ke Indonesia. Kesepakatan itu dicapai saat Sjafrie berkunjung ke Tokyo. Kapal perusak tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia, yang berada di jalur pelayaran strategis dunia.
Bagi Indonesia, kerja sama pertahanan dengan Jepang memiliki nilai strategis yang tinggi. Selain memperkuat alutsista, hubungan ini juga membuka akses terhadap teknologi pertahanan Jepang yang canggih. Di sisi lain, Jepang memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama di Laut China Selatan dan jalur perdagangan global. Kedekatan kedua negara juga terlihat dari frekuensi pertemuan para menteri pertahanan yang sudah mencapai enam kali dalam waktu singkat.
Selain agenda bilateral, Koizumi juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Belanda, Dilan Yesilgoz-Zegerius, di Tokyo pada Selasa pekan depan. Pertemuan itu bertepatan dengan kunjungan fregat Belanda De Ruyter yang bersandar di Terminal Kapal Pesiar Internasional Tokyo. Menariknya, Koizumi dan Yesilgoz-Zegerius berencana menonton bersama pertandingan pembuka Piala Dunia antara Jepang dan Belanda di Kedutaan Besar Belanda pada Senin pagi. "Meskipun saya akan berada di 'kandang lawan', saya akan mendukung kemenangan Jepang," ujar Koizumi dengan nada ringan.
Kunjungan ini menjadi ujian bagi konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Prabowo, yang dikenal memiliki visi maritim yang kuat. Apakah kerja sama dengan Jepang akan berimbas pada peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri, atau sekadar menjadi hubungan pembeli-penjual? Jawabannya akan terlihat dari realisasi transfer kapal perusak dan proyek-proyek lanjutan yang akan dibahas dalam pertemuan Jumat nanti.


