Putri Sulung Raja Thailand Meninggal Dunia, Suksesi Takhta Makin Tak Pasti
Baca dalam 60 detik
- Putri Bajrakitiyabha, anak tertua Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal di usia 47 tahun setelah tiga tahun koma akibat penyakit jantung.
- Kepergiannya meninggalkan kekosongan di garis suksesi kerajaan Thailand, karena raja belum menunjuk pewaris resmi sejak naik takhta pada 2016.
- Putri yang juga mantan duta besar dan aktivis PBB ini dikenal luas sebagai figur publik yang dekat dengan rakyat, membuat duka nasional mendalam.

Thailand kembali berduka. Putri Bajrakitiyabha, anak tertua sekaligus satu-satunya putri Raja Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada Kamis (12/6) setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun dalam kondisi koma. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada Jumat (13/6). Sang putri berusia 47 tahun.
Menurut pernyataan resmi, Putri Bajrakitiyabha pertama kali jatuh sakit pada Desember 2022 saat menjalani kunjungan ke salah satu provinsi. Ia tiba-tiba pingsan akibat gangguan jantung dan tak pernah sadarkan diri sejak saat itu. Sang putri sempat dirawat di rumah sakit kerajaan dengan pengawasan ketat, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kepergian Putri Bajrakitiyabha tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan, tetapi juga memicu tanda tanya besar mengenai masa depan suksesi takhta. Raja Vajiralongkorn yang kini berusia 73 tahun belum juga menunjuk pewaris resmi sejak naik takhta pada 2016. Dari tiga anak yang memiliki gelar formal, Putri Bajrakitiyabha adalah yang tertua dan paling menonjol di mata publik.
Lahir pada 7 Desember 1978, Putri Bajrakitiyabha—yang akrab disapa Putri Bha—memiliki latar belakang pendidikan dan karier diplomatik yang gemilang. Ia menyelesaikan studi hukum di Cornell University dan kemudian mengabdi sebagai duta besar di tiga negara Eropa. Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam berbagai program Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak.
Di Thailand, sosok Putri Bha dikenal sebagai figur kerajaan yang dekat dengan rakyat. Kehadirannya dalam berbagai acara sosial dan kunjungan ke daerah-daerah terpencil membuatnya dicintai banyak kalangan. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, terutama di tengah situasi politik Thailand yang masih labil.
Bagi Indonesia, dinamika suksesi kerajaan Thailand memiliki implikasi regional. Thailand adalah mitra strategis ASEAN dan stabilitas politiknya sangat memengaruhi keseimbangan kawasan. Kekosongan pewaris takhta yang berkepanjangan berpotensi memicu ketidakpastian politik di Negeri Gajah Putih, yang pada gilirannya dapat berdampak pada hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi di Asia Tenggara.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari istana mengenai langkah selanjutnya terkait suksesi. Publik Thailand dan pengamat internasional pun bertanya-tanya: akankah Raja Vajiralongkorn segera menunjuk pewaris, atau justru membiarkan teka-teki ini berlarut-larut?

