Buyback Saham BUMN: Dasco Tegaskan Fundamental Perusahaan Masih Kuat di Tengah Tekanan Pasar
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut aksi buyback saham oleh BUMN dan perusahaan strategis sebagai sinyal kepercayaan diri di tengah gejolak pasar modal.
- Langkah pembelian kembali saham dinilai sebagai strategi tepat untuk memanfaatkan koreksi harga, sekaligus menunjukkan valuasi yang masih menarik.
- Pertemuan antara DPR, BP BUMN, Danantara, dan direksi Himbara membuka peluang buyback lebih luas guna menstabilkan pasar saham nasional.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh sejumlah perusahaan, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), merupakan bukti nyata bahwa fundamental emiten tetap solid meskipun pasar sedang tertekan. Menurutnya, koreksi harga yang terjadi justru menjadi momentum strategis bagi perusahaan dengan fundamental kuat untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya.
"Sebenarnya BUMN dan swasta yang proyeknya strategis itu fundamentalnya kuat. Ketika harga pasar turun, mereka memanfaatkannya untuk buyback," ujar Dasco kepada wartawan, Kamis (11/6/2026). Ia menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan keyakinan bahwa valuasi saham-saham emiten strategis masih menarik di mata investor.
Selain buyback korporasi, Dasco juga menyoroti peran investor institusi dan lembaga investasi yang turut melakukan akumulasi saham saat pelemahan. "Lembaga-lembaga investasi melihat bahwa ini saat yang strategis untuk membeli kembali," katanya.
Langkah buyback ini tidak terlepas dari pertemuan yang digelar Dasco pada Selasa (9/6/2026) bersama para direktur Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Ketua BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan tersebut membahas gejolak pasar saham yang sempat menekan saham-saham perbankan BUMN.
Dalam forum itu, Dasco mendorong diskusi untuk membuka peluang buyback saham secara lebih luas. "Kita berdiskusi dan sepakat bahwa ini saat yang tepat untuk kembali buyback saham-saham di pasar," pungkasnya.
Bagi investor Indonesia, aksi buyback BUMN menjadi indikator bahwa harga saham saat ini dinilai di bawah nilai intrinsik. Langkah serupa juga kerap dilakukan emiten di negara lain saat pasar bearish. Namun, efektivitas buyback dalam jangka panjang bergantung pada konsistensi fundamental perusahaan dan kondisi makroekonomi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah aksi buyback ini akan diikuti oleh emiten BUMN lainnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap pemulihan indeks saham. Dengan dukungan penuh dari DPR dan BP BUMN, pasar akan mencermati realisasi buyback sebagai katalis positif.



