Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tahuna, Sulawesi Utara: BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di timur laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi.
- Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan lokasi 142 kilometer timur laut Tahuna, menjadikannya gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan terasa.
- BMKG menyatakan data masih dapat berubah seiring kelengkapan informasi, dan mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis (11/6/2026) pukul 08.56 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di titik koordinat 4,89 Lintang Utara dan 125,50 Bujur Timur, tepatnya 142 kilometer di timur laut Tahuna dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Guncangan gempa dangkal ini berpotensi dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter, meskipun belum ada laporan awal mengenai kerusakan atau korban jiwa.
BMKG melalui kanal resmi di media sosial X (sebelumnya Twitter) mengonfirmasi parameter gempa tersebut. Dalam pernyataannya, BMKG menekankan bahwa informasi yang dirilis mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk. Hal ini merupakan prosedur standar dalam penanganan informasi gempa bumi untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Wilayah Sulawesi Utara memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik aktif. Kepulauan Sangihe sendiri merupakan bagian dari Sabuk Alpida yang sering mengalami aktivitas seismik. Gempa magnitudo 5,3 termasuk dalam kategori menengah, namun karena kedalamannya yang dangkal (10 km), guncangan di permukaan bisa terasa cukup kuat, terutama di daerah dekat pusat gempa.
Meski gempa ini tidak berpotensi tsunami karena magnitudonya di bawah 7,0 dan pusatnya di darat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan. BMKG juga mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah rawan gempa, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diharapkan terus memantau situasi dan memberikan edukasi kepada warga tentang langkah-langkah evakuasi yang benar. Pertanyaan yang kini mengemuka: seberapa siap infrastruktur dan sistem peringatan dini di Sulawesi Utara menghadapi gempa bumi yang lebih besar di masa depan?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4115359/original/011653100_1659849791-IMG20220807092959.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258679/original/060323900_1781401081-IMG_20260613_234328.jpg)