Bursa Nigeria Catat Kenaikan Tipis, Investor Raup Rp2,8 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan Nigeria naik 0,06% pada perdagangan terakhir, mendorong kapitalisasi pasar bertambah N99 miliar.
- Meski indeks menguat, mayoritas saham justru melemahโ37 saham turun berbanding 30 saham naikโmenandakan tekanan jual masih dominan.
- Kenaikan ini memperkuat imbal hasil tahun berjalan bursa Nigeria menjadi 57,35%, namun volume transaksi menyusut 3,47%.

Bursa Efek Nigeria (NGX) melanjutkan reli tiga hari beruntun setelah indeks harga saham gabungan (ASI) ditutup menguat 154,59 poin atau 0,06 persen ke level 244.852,21. Kenaikan tipis ini mendorong kapitalisasi pasar bertambah N99 miliar (sekitar Rp2,8 triliun) menjadi N157,042 triliun, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung sejak awal pekan.
Meski indeks utama mencatatkan penguatan, data perdagangan menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Sebanyak 37 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 30 saham yang berhasil menghijau. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kenaikan indeks lebih didorong oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, bukan oleh optimisme pasar secara luas.
Dari sisi sektoral, tiga dari lima sektor utama mencatatkan penguatan. Sektor barang konsumen naik 0,42 persen, didorong oleh kenaikan saham INTBREW sebesar 2,89 persen. Sektor minyak dan gas bumi menguat 0,14 persen berkat apresiasi saham OANDO sebesar 3,60 persen, sementara sektor asuransi naik tipis 0,03 persen setelah saham CORNERST melonjak 4,76 persen. Di sisi lain, sektor perbankan terkoreksi 0,79 persen akibat pelemahan saham ZENITHBANK sebesar 1,55 persen, dan sektor barang industri turun 0,09 persen setelah saham WAPCO melemah 0,61 persen.
Saham Livestock Feeds memimpin daftar penguat dengan kenaikan 10 persen ke N9,35, disusul Deap Capital Management yang naik 9,86 persen ke N5,35, dan Abbey Mortgage Bank yang terapresiasi 9,78 persen ke N12,35. Saham Vitafoam juga menanjak 8,25 persen ke N210, sementara FTN Cocoa Processors melesat 6,54 persen ke N9,45. Di kubu pelemah, FG142037S2 menjadi yang terburuk dengan anjlok 26,67 persen ke N95,33, diikuti Neimeth Pharmaceuticals yang turun 10 persen ke N9, dan International Energy Insurance yang melemah 9,92 persen ke N7,90.
Aktivitas perdagangan menunjukkan penurunan signifikan. Volume saham yang diperdagangkan menyusut 3,47 persen menjadi 1,23 miliar lembar, dengan nilai transaksi mencapai N38,84 miliar. Sterling Nigeria menjadi saham paling aktif berdasarkan volume, menyumbang 565,33 juta saham atau 46,10 persen dari total volume. Sementara itu, Aradel memimpin dari sisi nilai dengan transaksi senilai N6,82 miliar, setara 17,55 persen dari total nilai perdagangan harian.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Nigeria ini menarik dicermati mengingat kedua negara sama-sama emerging market dengan ketergantungan pada komoditas. Imbal hasil YTD Nigeria yang mencapai 57,35 persen jauh melampaui IHSG yang masih berkisar di level 8-9 persen. Namun, volatilitas tinggi dan dominasi saham tertentu menjadi pengingat bahwa reli semacam itu bisa berbalik arah sewaktu-waktu, terutama jika tekanan jual terus meluas.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi Nigeria yang dijadwalkan pekan depan serta keputusan suku bunga bank sentral. Jika tekanan harga masih tinggi, potensi koreksi di bursa saham Nigeria bisa meningkat, mengingat valuasi yang sudah cukup mahal setelah reli panjang sepanjang tahun ini.



