KB Bank Pangkas 22% Karyawan dan Tutup 21 KCP: Dua Direktur Mundur di Tengah Transformasi Digital
Baca dalam 60 detik
- KB Bank mengurangi 662 pegawai dan menutup 21 kantor cabang pembantu pada kuartal I-2026 sebagai bagian dari efisiensi dan digitalisasi.
- Dua direktur, Robby Mondong dan Dodi Widjajanto, mengundurkan diri pada 3 Juni, menambah dinamika restrukturisasi internal.
- Laba bersih bank anjlok dari Rp352 miliar menjadi Rp10,7 miliar, sementara beban gaji justru naik, menandakan tekanan biaya transisi.

PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) mencatatkan pengurangan tenaga kerja hingga 22% dan penutupan 15% kantor cabang pembantu (KCP) sepanjang kuartal pertama 2026, diikuti pengunduran diri dua direktur utama. Langkah ini menandai percepatan transformasi digital bank milik Kookmin Bank asal Korea Selatan tersebut di tengah tekanan profitabilitas yang tajam.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap KB Bank menyusut menjadi 2.265 orang, berkurang 662 orang dibandingkan 2.927 orang pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah KCP juga berkurang 21 unit menjadi 120 unit, sementara kantor cabang utama justru bertambah satu menjadi 29 unit. Di sisi lain, jaringan ATM melonjak drastis dari 31 unit menjadi 154 unit, menandakan pergeseran strategi ke layanan digital.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menjelaskan bahwa pemangkasan ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk membangun organisasi yang lebih adaptif. "Langkah ini mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah, dinamika industri perbankan, serta meningkatnya adopsi layanan digital," ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah sesuai regulasi dan mengedepankan tata kelola yang baik.
Di level manajemen puncak, Direktur Retail Robby Mondong dan Direktur Kepatuhan & Risiko Dodi Widjajanto mengajukan pengunduran diri pada 3 Juni 2026. Robby baru menjabat sebagai direktur sejak Oktober 2025, hanya delapan bulan sebelumnya, dan sebelumnya merupakan Wakil Direktur Utama. "Saya hanya ingin rehat dahulu sejenak," katanya singkat. KB Bank memastikan pengunduran diri ini akan diputuskan dalam RUPS dan tidak mengganggu operasional.
Kinerja keuangan bank menunjukkan tekanan yang signifikan. Laba bersih kuartal I-2026 anjlok menjadi hanya Rp10,7 miliar, dibandingkan Rp352 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menariknya, beban gaji dan tunjangan karyawan justru meningkat menjadi Rp196,23 miliar dari Rp166,03 miliar, kemungkinan akibat biaya pesangon atau kompensasi restrukturisasi. Sementara itu, beban umum dan administrasi berhasil ditekan turun 21% menjadi Rp174,24 miliar.
Bagi pelaku pasar dan nasabah di Indonesia, langkah KB Bank mencerminkan tantangan yang dihadapi bank asing dalam beradaptasi dengan digitalisasi perbankan nasional. Penutupan KCP dan pengurangan karyawan dapat mengindikasikan pergeseran fokus ke layanan digital, namun penurunan laba yang drastis menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas transisi ini. Ke depan, KB Bank perlu membuktikan bahwa efisiensi biaya dapat mendorong profitabilitas jangka panjang, sambil mempertahankan kepercayaan nasabah di tengah perubahan struktur organisasi.
Pertanyaan yang tersisa adalah apakah langkah pemangkasan ini cukup untuk mengembalikan KB Bank ke jalur pertumbuhan, atau justru akan memicu ketidakstabilan lebih lanjut di tengah persaingan perbankan digital yang semakin ketat di Indonesia.



