Ledakan di Proyek Galian Fatmawati: Dua Pekerja Luka, Diduga Bor Sentuh Kabel PLN
Baca dalam 60 detik
- Ledakan terjadi di proyek galian air bersih di Fatmawati, Jakarta Selatan, melukai dua pekerja.
- Polisi menduga mata bor proyek mengenai kabel listrik PLN bawah tanah, menyebabkan hubungan pendek.
- Aktivitas proyek dihentikan total sementara penyelidikan dilakukan untuk mencegah insiden serupa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8060289/original/066356600_1780904253-1000925399.jpg)
Ledakan keras mengguncang kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026) siang, melukai dua pekerja proyek galian air bersih. Insiden ini diduga dipicu oleh mata bor yang mengenai kabel listrik bawah tanah milik PLN, memicu hubungan arus pendek dan dentuman yang mengagetkan warga sekitar.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko, mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui call center 110. "Kami datangin TKP di Jalan RS Fatmawati. Masuknya wilayah Cilandak," ujarnya. Berdasarkan keterangan saksi, proyek pengelolaan air bersih sedang melakukan pengeboran jalan ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan. Polisi menduga mata bor proyek mengenai salah satu fasilitas utilitas bawah tanah bertegangan tinggi. "Kami menduganya itu putusnya kabel PLN. Sementara dugaannya seperti itu," jelas AKP Joko.
Dua pekerja yang menjadi korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah. Keduanya merupakan bagian dari tim operasional yang melakukan pengeboran. "Ada dua korban. Luka pada wajah. Keduanya dilarikan ke RS Fatmawati," kata AKP Joko. Identitas sementara korban adalah H dan R, keduanya pekerja galian. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini kembali menyoroti risiko pekerjaan proyek utilitas di perkotaan, terutama yang melibatkan penggalian di area padat infrastruktur bawah tanah. Di Jakarta, jaringan kabel listrik, pipa gas, dan saluran air sering kali tidak terpetakan secara akurat, meningkatkan potensi kecelakaan kerja. Menurut data PLN, ribuan insiden serupa terjadi setiap tahun akibat ketidaksesuaian peta utilitas dengan kondisi lapangan. Kasus di Fatmawati menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara kontraktor proyek dan perusahaan utilitas sebelum memulai pekerjaan.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan proyek-proyek infrastruktur yang marak di ibu kota. Pemerintah daerah dan perusahaan konstruksi diharapkan lebih ketat dalam menerapkan prosedur keselamatan, termasuk penggunaan alat deteksi utilitas bawah tanah sebelum penggalian. Jika tidak, kecelakaan serupa berpotensi terulang dan mengancam jiwa pekerja serta warga sekitar.
Polisi masih mendalami penyebab pasti ledakan dan belum menetapkan tersangka. Seluruh aktivitas proyek dihentikan sementara untuk memfasilitasi investigasi. "Langkah-langkah yang sudah dilakukan: cek TKP, memeriksa saksi-saksi, mendata korban, kemudian menolong/mengantar korban ke Rumah Sakit Fatmawati," tutup AKP Joko. Pertanyaan yang mengemuka: apakah prosedur keselamatan sudah dijalankan secara optimal, ataukah ada kelalaian yang menyebabkan nyaris celaka ini?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623639/original/051921100_1779454445-IMG_6939.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
