Pensiun Dini dari TNI, Mayjen Trenggono Fokus Penuh ke Badan Gizi Nasional
Baca dalam 60 detik
- Mayjen Trenggono resmi mengajukan pensiun dini dari TNI setelah ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN oleh Presiden Prabowo pada 2 Juni 2026.
- Keputusan ini diambil di tengah perombakan besar pimpinan BGN yang dipicu oleh kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pemerintah menargetkan konsolidasi internal dan perbaikan tata kelola BGN untuk memperluas cakupan MBG ke kelompok rentan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8064530/original/030716400_1780908972-Trenggono.jpeg)
Mayjen TNI Trenggono memilih pensiun dini dari kesatuan TNI setelah resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di era Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk kesediaan pribadi untuk fokus pada tugas barunya sebagai pejabat publik di lembaga yang mengelola program strategis nasional.
Trenggono mengonfirmasi bahwa pengajuan pengunduran dirinya telah disampaikan sejak pengumuman penunjukannya pada 2 Juni 2026. "Sudah. Semenjak diumumkan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026). Ia menegaskan bahwa keputusan pensiun dini ini murni inisiatif sendiri, bukan karena tekanan institusi. "Jadi saya pensiun dini. Kesediaan saya," jelas perwira tinggi yang sebelumnya masih aktif di lingkungan TNI tersebut.
Penunjukan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN merupakan bagian dari perombakan besar jajaran pimpinan lembaga tersebut. Presiden Prabowo sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN, serta dua wakilnya, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya. Ketiganya kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung. Sebagai gantinya, Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN naik menjadi Kepala BGN, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil kepala yang baru.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan bahwa kepemimpinan baru harus segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi lintas sektor. "Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dan memastikan seluruh program BGN berjalan sebaik-baiknya," ujarnya saat pengumuman di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).
Pergantian pimpinan BGN ini tidak terlepas dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir. Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah catatan kritis terkait kedisiplinan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, dan kualitas makanan yang disediakan. "Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki," kata Prasetyo.
Bagi masyarakat Indonesia, perubahan di pucuk pimpinan BGN membawa harapan baru bagi efektivitas program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Program ini menyasar jutaan penerima manfaat, termasuk pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan. Dengan masuknya figur berlatar belakang militer seperti Trenggono, diharapkan koordinasi dan disiplin organisasi semakin kuat, sehingga penyaluran gizi gratis dapat berjalan lebih tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Ke depan, tantangan utama BGN adalah memulihkan kepercayaan publik pasca-skandal korupsi dan memastikan perluasan cakupan program tanpa mengorbankan kualitas. Pertanyaan yang mengemuka: akankah kombinasi kepemimpinan sipil dan militer mampu membawa terobosan dalam tata kelola gizi nasional, atau justru menghadapi hambatan birokrasi yang sama?

