Rekor Baru John Lithgow: Aktor Tertua Peraih Tony Setelah 53 Tahun
Baca dalam 60 detik
- John Lithgow, 80 tahun, memenangkan Aktor Terbaik untuk perannya di 'Giant', menjadi pemenang tertua dalam sejarah Tony Awards.
- Kemenangan ini adalah yang ketiga baginya, dengan jeda 53 tahun sejak Tony pertamanya pada 1973, sebuah rekor jarak antarkemenangan.
- Lithgow bergabung dengan segelintir aktor yang menang di tiga kategori berbeda, menegaskan dominasinya di panggung Broadway.

John Lithgow, aktor kawakan yang dikenal luas lewat perannya di seri Harry Potter, menorehkan sejarah baru di ajang Tony Awards 2026. Pada usia 80 tahun, ia menjadi pria tertua yang pernah memenangkan penghargaan akting di panggung bergengsi Broadway tersebut. Lebih dari itu, kemenangannya untuk kategori Aktor Terbaik dalam sebuah drama lewat perannya sebagai Roald Dahl di Giant juga mencatat rekor jarak waktu terpanjang antara dua kemenangan kompetitif: 53 tahun.
Dalam pidato penerimaannya, Lithgow mengaku tidak menyangka akan kembali ke panggung Tony setelah sekian lama. “Saya aktor yang sangat beruntung. Ini Tony ketiga saya. Yang pertama 53 tahun lalu saat debut Broadway saya,” ujarnya. Ia menyebut momen ini sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya yang panjang. Kemenangan pertamanya diraih pada 1973 untuk kategori Aktor Pendukung dalam The Changing Room, disusul kemenangan kedua pada 2002 untuk peran utama musikal di Sweet Smell of Success.
Pencapaian Lithgow semakin istimewa karena ia bersaing dengan nama-nama besar seperti Nathan Lane (Death of a Salesman), Mark Strong (Oedipus), Daniel Radcliffe (Every Brilliant Thing), dan Will Harrison (Punch). Kini ia menjadi satu dari hanya empat aktor dalam sejarah Tony yang berhasil menang di tiga kategori akting berbeda—bergabung dengan Kevin Kline, Boyd Gaines, dan Audra McDonald, yang memegang rekor empat kategori.
Di luar prestasi Lithgow, malam puncak Tony Awards 2026 juga mencatat kemenangan besar untuk kebangkitan kembali Death of a Salesman karya Arthur Miller. Produksi ini memboyong enam piala, termasuk Aktris Terbaik untuk Laurie Metcalf—yang sekaligus menjadi Tony ketiganya—serta Sutradara Terbaik untuk Joe Mantello. Penghargaan juga diraih untuk desain panggung, tata suara, tata cahaya, dan Revival Drama Terbaik.
Sementara itu, di kategori musikal, Ragtime dinobatkan sebagai revival terbaik. Joshua Henry dan Caissie Levy masing-masing memenangkan penghargaan aktor dan aktris utama musikal. Kemenangan ini menunjukkan bahwa musikal klasik masih memiliki tempat di hati penonton Broadway, di tengah gempuran produksi kontemporer.
Bagi penikmat teater di Indonesia, prestasi Lithgow menjadi pengingat bahwa dedikasi dan konsistensi di dunia seni peran dapat membuahkan hasil lintas generasi. Meskipun panggung Broadway mungkin terasa jauh, semangat untuk terus berkarya tanpa mengenal usia adalah pelajaran universal. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah Lithgow menambah koleksi Tonynya di masa depan, atau justru menginspirasi aktor-aktor Indonesia untuk menembus panggung internasional?



