Pink dan Megan Thee Stallion Bikin Kejutan di Tony Awards dengan Parodi Lady Marmalade
Baca dalam 60 detik
- Pink dan Megan Thee Stallion membuka Tony Awards dengan parodi Lady Marmalade yang diselingi sindiran khas Broadway.
- Penampilan tersebut menjadi bagian dari perayaan 30 tahun musikal Chicago yang juga dimeriahkan oleh Queen Latifah dan sejumlah bintang.
- Momen ini menegaskan tren penghargaan seni pertunjukan yang kian mengadopsi format hiburan populer untuk menjangkau audiens lebih luas.

Penyanyi pop Pink bersama rapper Megan Thee Stallion membuka malam puncak Tony Awards ke-77 dengan parodi ikonik Lady Marmalade, Minggu (7/6) waktu setempat. Penampilan yang dikemas ulang menjadi "Leading Lady Marmalade" itu langsung mencuri perhatian penonton di David H. Koch Theater, New York, dan menjadi pembuka yang segar bagi ajang penghargaan teater paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut.
Dalam parodi tersebut, Pink—yang bertindak sebagai pembawa acara—menyisipkan nama-nama aktris Broadway terkemuka di bagian chorus, sementara Megan Thee Stallion membawakan ulang bagian rap yang aslinya dinyanyikan Lil' Kim pada versi 2001. Penampilan ini juga dimeriahkan oleh cameo June Squibb, aktris tertua yang pernah dinominasikan Tony Awards di usia 95 tahun, yang melontarkan kalimat jenaka: "All the parts I've played, I've slayed them"—sebuah plesetan dari lirik asli "Mocha Chocolata, ya-ya".
Lea Michele, yang tidak masuk nominasi tahun ini, turut ambil bagian dengan menyanyikan nada tinggi Christina Aguilera seraya bergurau, "We don't do it for the awards." Momen ini menjadi sindiran halus terhadap budaya kompetisi di industri teater, sekaligus menegaskan bahwa Tony Awards tahun ini ingin tampil lebih ringan dan inklusif.
Sebelum acara, Pink berjanji bahwa penampilannya akan menjadi "perayaan yang benar-benar konyol dan penuh kegembiraan". Ia mengaku kepada Broadway.com bahwa satu-satunya syarat yang diajukan adalah bisa langsung menertawakan dirinya sendiri begitu menginjak panggung. "Ini tentang bersenang-senang dan merayakan semua orang," ujarnya.
Tak hanya parodi, Pink juga memimpin medley penghormatan untuk musikal Chicago yang genap 30 tahun mementas di Broadway. Ia bergabung dengan Queen Latifah, Whitney Leavitt, Dylan Mulvaney, Alex Newell, Julianne Hough, dan sejumlah nama besar lainnya membawakan lagu-lagu klasik seperti "When You're Good to Mama", "Cell Block Tango", dan "All That Jazz". Penampilan ini menjadi salah satu segmen yang paling dinantikan malam itu, mengingat Chicago merupakan salah satu musikal paling sukses sepanjang masa.
Sementara itu, segmen In Memoriam diisi oleh Leslie Odom Jr.—pemeran Aaron Burr dalam Hamilton—yang membawakan "Without You" dari Rent secara emosional. Slideshow menampilkan wajah-wajah legenda Broadway yang telah tiada, termasuk Diane Keaton, Robert Redford, dan Robert Duvall. Kutipan dari sutradara Rent, Jonathan Larson, ditampilkan di akhir segmen: "Forget regret, or life is yours to miss. No other road, no other way, no day but today."
Bagi penonton di Indonesia, gelaran Tony Awards tahun ini bisa menjadi cermin bagaimana industri hiburan di negara maju terus berinovasi dalam menyajikan acara penghargaan. Perpaduan antara musik pop, rap, dan teater klasik menunjukkan bahwa batas antar-genre semakin kabur—sebuah pelajaran berharga bagi industri kreatif Tanah Air yang tengah bergeliat. Apakah ke depan kita akan melihat format serupa di ajang penghargaan lokal, seperti Indonesian Movie Actors Awards atau Anugerah Musik Indonesia? Jawabannya mungkin terletak pada keberanian untuk keluar dari pakem dan merayakan keberagaman bakat.



