PBNU Minta Restu Kiai Ploso Jelang Munas-Konbes 2026: Fondasi Spiritual di Balik Agenda Strategis
Baca dalam 60 detik
- PBNU melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, untuk meminta doa restu KH Nurul Huda Djazuli menjelang Munas-Konbes NU 2026.
- Kunjungan ini menegaskan pentingnya legitimasi spiritual dari ulama kharismatik dalam setiap agenda besar organisasi, di samping kesiapan teknis.
- Munas-Konbes pada 20-22 Juni 2026 menjadi pijakan menuju Muktamar NU Agustus 2026, yang akan menentukan arah organisasi ke depan.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memulai rangkaian persiapan akhir menuju Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 dengan langkah yang tak biasa: memohon restu langsung dari seorang ulama kharismatik di Kediri, Jawa Timur. Bukan sekadar mengecek tenda dan sound system, rombongan petinggi PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar menyambangi Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada Sabtu (6/6) untuk meminta doa dan dukungan spiritual dari pengasuhnya, KH Nurul Huda Djazuli.
Langkah ini menggarisbawahi bahwa bagi organisasi sebesar NU, kesiapan teknis saja tidak cukup. Restu dari figur yang dihormati seperti Kiai Huda Djazuli dianggap sebagai fondasi batin yang menentukan kelancaran dan keberkahan acara. Sekretaris Jenderal PBNU, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukanlah formalitas belaka. "Kami datang untuk memohon doa dan restu kepada Kiai Nurul Huda Djazuli. Semoga Munas dan Konbes NU dapat berjalan lancar, penuh keberkahan, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik untuk jam'iyah Nahdlatul Ulama," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/6).
Pesantren Al Falah Ploso sendiri telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas dan Konbes yang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juni 2026. Dalam peninjauan tersebut, PBNU menyampaikan apresiasi atas kesiapan sarana dan prasarana yang telah disiapkan oleh pihak pesantren. Gus Ipul memuji soliditas seluruh elemen pesantren, mulai dari pengasuh, para gus, pengurus, hingga santri, yang bahu-membahu mempersiapkan lokasi. "Ini menunjukkan semangat khidmah dan kebersamaan yang luar biasa," tambahnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ikatan emosional antara PBNU dan pesantren. Gus Ipul mengungkapkan bahwa Rais Aam secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Kiai Huda Djazuli dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso. "Beliau juga memohon doa restu kepada Kiai Huda Djazuli agar Munas dan Konbes berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang baik, dan penuh keberkahan," kata Gus Ipul menirukan pernyataan Rais Aam.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU bukanlah sekadar forum rutin. Agenda ini diproyeksikan menjadi panggung untuk menggodok keputusan-keputusan strategis organisasi, sekaligus mematangkan persiapan menuju Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus 2026. Dengan kata lain, hasil dari pertemuan di Ploso akan menjadi fondasi bagi arah kebijakan NU dalam lima tahun ke depan. Oleh karena itu, dukungan dari ulama sepuh seperti Kiai Huda Djazuli menjadi krusial, tidak hanya secara spiritual tetapi juga dalam menggalang konsensus di kalangan nahdliyin.
Gus Ipul menambahkan bahwa pihaknya bersyukur atas dukungan penuh dari Pesantren Ploso. "Kami sungguh bersyukur karena Pesantren Ploso telah siap mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes. Dukungan ini tentu sangat berarti bagi PBNU sebagai penyelenggara," tuturnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa Kiai Huda Djazuli telah memberikan restu dan doa demi kesuksesan acara. "Alhamdulillah, Kiai Nurul Huda Djazuli juga mendoakan agar Munas dan Konbes NU berjalan lancar dan penuh berkah. Ini menjadi bekal batin yang sangat penting bagi kami," ungkapnya.
Dengan restu yang telah diperoleh, PBNU kini memasuki tahap final persiapan. Pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana forum ini mampu menghasilkan keputusan yang responsif terhadap tantangan umat dan bangsa di tengah dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Semua mata akan tertuju pada Ploso pada 20-22 Juni mendatang.



