Said Iqbal Dikabarkan Masuk Istana: Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan Besok
Baca dalam 60 detik
- Presiden KSPI sekaligus Ketua Partai Buruh, Said Iqbal, dikabarkan akan resmi dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin, 8 Juni.
- Konfirmasi dari Ketua KSPSI Andi Gani dan isyarat dari Mensesneg Prasetyo Hadi memperkuat sinyal bahwa tokoh buruh akan masuk lingkaran kekuasaan.
- Langkah ini dinilai sebagai strategi sinergi antara pemerintah dan gerakan buruh, meskipun Said Iqbal sendiri masih enggan berkomentar detail.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Partai Buruh, Said Iqbal, dikabarkan akan dilantik menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin, 8 Juni 2025. Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani yang mengonfirmasi kabar tersebut saat dihubungi media, Minggu (7/6).
Andi Gani menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Said Iqbal untuk bergabung dalam pemerintahan. Menurutnya, kehadiran tokoh buruh di lingkaran kekuasaan justru akan memperkuat perjuangan kaum pekerja dari dalam. "Ini sinergi yang luar biasa, antara pimpinan buruh yang berada di dalam pemerintahan dan yang di luar, saling mendukung untuk kesejahteraan buruh Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memberi isyarat bahwa posisi yang akan diemban Said Iqbal berkaitan erat dengan bidang ketenagakerjaan. Meski enggan merinci, Prasetyo mengonfirmasi bahwa diskusi mengenai hal tersebut tengah berlangsung. "Sedang kita diskusikan," katanya singkat, Kamis (5/6).
Said Iqbal sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Saat dikonfirmasi, ia hanya meminta publik bersabar menunggu pengumuman dari Menteri Sekretaris Negara. "Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden," ujarnya, Minggu (7/6). Ia membenarkan telah menjalin komunikasi dengan pihak Istana, namun enggan membeberkan detail lebih lanjut.
Langkah Said Iqbal masuk ke dalam pemerintahan menuai beragam reaksi. Sebagian kalangan menilai ini sebagai bentuk pengakuan terhadap perjuangan buruh, sementara yang lain khawatir independensi gerakan buruh akan tergerus. Namun, Andi Gani meyakini bahwa Said Iqbal tidak akan meninggalkan keberpihakannya pada buruh. "Saya yakin beliau tetap cinta dan berpihak pada perjuangan buruh, meski kini berada di dalam sistem," tegasnya.
Jika benar dilantik, Said Iqbal akan menjadi tokoh buruh pertama yang menduduki jabatan setingkat penasihat presiden. Posisi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara aspirasi pekerja dan kebijakan pemerintah, terutama dalam isu upah, jaminan sosial, dan perlindungan tenaga kerja. Pertanyaan besarnya, sejauh mana pengaruh Said Iqbal mampu mendorong perubahan kebijakan yang pro-buruh di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional?