Rupiah Terus Tertekan, Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI Bahas Skenario Penyelamatan
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan Menkeu, Gubernur BI, dan Mensesneg untuk menyelaraskan kebijakan fiskal-moneter demi menahan pelemahan rupiah.
- Dua kesepakatan utama dicapai: meningkatkan imbal hasil aset keuangan untuk menarik kembali modal asing dan menjaga likuiditas melalui pengelolaan kas pemerintah di BI.
- Pemerintah optimistis sinergi kebijakan akan mendorong rupiah menguat dan meredam dampak inflasi pada daya beli masyarakat, terutama pedagang kecil.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat darurat dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Sabtu (6/6/2026) untuk merumuskan langkah konkret menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat. Pertemuan tertutup di kompleks parlemen ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda telah mencapai level yang memerlukan intervensi politik dan kebijakan secara simultan.
Dalam pernyataan pers setelah pertemuan, Dasco menegaskan bahwa koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter harus diperkuat agar saling mendukung di tengah dinamika global yang tidak menentu. โKami melakukan evaluasi dan menyepakati perlunya sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan,โ ujarnya. Langkah ini dinilai krusial mengingat rupiah telah kehilangan lebih dari 5% nilainya dalam tiga bulan terakhir, dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve dan ketidakpastian pasar keuangan global.
Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan dua kesepakatan utama yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Pertama, pemerintah dan bank sentral sepakat untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil aset keuangan domestik, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna mendorong arus masuk modal asing yang sempat keluar besar-besaran. โOutflow terjadi di saham, SBN, dan sedikit di SRBI. Kami akan bersama-sama meningkatkan imbal hasil agar inflows kembali deras dan menopang rupiah,โ jelas Perry. Kedua, likuiditas di pasar uang dan perbankan akan dijaga dengan memastikan kas pemerintah tetap dikelola di BI, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan kebijakan fiskal berjalan selaras dengan kebijakan moneter. โKami akan mendukung bank sentral, memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron dan dampaknya lebih signifikan ke perekonomian,โ katanya. Ia optimistis sinergi penuh akan mengembalikan kepercayaan pasar dan mendorong rupiah menguat secara signifikan. โRupiah tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,โ tegasnya.
Purbaya juga menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap daya beli masyarakat, terutama pedagang kecil seperti penjual tempe dan tahu yang bahan bakunya masih impor. โBiaya produksi mereka naik, keuntungan tergerus, atau mereka terpaksa menaikkan harga. Sinkronisasi kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban hidup masyarakat di level mikro,โ ungkapnya. Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, sehingga diperlukan program-program yang mendorong sektor riil untuk memperkuat ketahanan ekonomi.
Ke depan, efektivitas koordinasi fiskal-moneter ini akan diuji oleh respons pasar dan dinamika global. Apakah langkah meningkatkan imbal hasil dan menjaga likuiditas cukup untuk membalikkan arus modal asing? Ataukah diperlukan terobosan kebijakan yang lebih berani untuk menyelamatkan rupiah dari tekanan berkepanjangan? Publik dan pelaku pasar akan mencermati realisasi kesepakatan ini dalam beberapa pekan mendatang.


