Gus Salam Desak Muktamar NU ke-35 Berjalan Mandiri Tanpa Intervensi Eksternal
Baca dalam 60 detik
- Cucu pendiri NU, Gus Salam, mendesak agar Muktamar NU ke-35 digelar secara mandiri dan independen, tanpa campur tangan pihak luar.
- Ia mencontohkan kemampuan NU menggalang dana Rp4 miliar dari warga dalam sebulan saat Muktamar Lampung 2021 sebagai bukti kapasitas organisasi.
- Muktamar yang dijadwalkan Agustus 2026 ini diharapkan dapat mengembalikan tradisi pendanaan swadaya umat seperti era 1980-1990-an.

Gus Salam, cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri, menyerukan agar Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang berlangsung secara mandiri dan independen, tanpa ada intervensi dari pihak eksternal. Seruan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan potensi politik uang dan pengaruh luar yang dapat menggerus marwah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang itu menegaskan bahwa kemandirian dalam pembiayaan dan penyelenggaraan menjadi kunci untuk melahirkan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang bersih, transparan, dan solid. Menurutnya, intervensi eksternal, baik dari kalangan politik maupun kepentingan bisnis, harus dihindari agar hasil muktamar benar-benar mencerminkan aspirasi warga nahdliyin.
"Kami mengusulkan agar Muktamar NU ini harus muktamar yang mandiri dan independen. Mandiri dalam pembiayaan, dalam perhelatan, dan independen dari intervensi siapapun, khususnya eksternal. Tujuannya agar terpilihlah PBNU yang menjaga transparansi, berintegritas, dan solid," ujar Gus Salam dalam pernyataannya, Sabtu (6/6).
Gus Salam, yang juga mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, optimistis NU mampu membiayai sendiri muktamar tanpa bergantung pada pihak luar. Ia merujuk pada pengalaman saat menjelang Muktamar Lampung 2021, di mana PWNU Jawa Timur berhasil menggalang dana hampir Rp4 miliar dari warga nahdliyin hanya dalam waktu satu bulan. Menurutnya, semangat swadaya ini juga terlihat dari kesiapan sejumlah pesantren besar dan kiai di Jawa Timur yang bersedia menanggung seluruh biaya jika ditunjuk sebagai tuan rumah.
"Apakah mampu NU melakukan kemandirian? Saya kira mampu. Kami dulu ketika akan muktamar di Lampung, PWNU Jawa Timur ini pernah mengumpulkan dana dari masyarakat hampir Rp4 miliar dalam satu bulan," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa beberapa pesantren seperti Syaichona Cholil Bangkalan, Walisongo Situbondo, dan Amanatul Ummah Pacet Mojokerto telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah dengan pembiayaan mandiri.
Lebih jauh, Gus Salam menilai momentum Muktamar ke-35 merupakan waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali tradisi lama NU, di mana umat dan masyarakat terlibat secara masif dalam pendanaan dan penyelenggaraan. Tradisi ini pernah terjadi pada muktamar-muktamar sebelumnya, seperti di Situbondo (1984), Yogyakarta (1989), Cipasung (1994), dan Lirboyo (1999). Menurutnya, semangat kemandirian para kiai dan umat sebenarnya sudah kuat sejak dulu, dan muktamar kali ini bisa menjadi ajang untuk mengembalikan gairah tersebut.
Ia juga mendorong agar skema pendanaan muktamar dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dengan pembiayaan yang mandiri, praktik politik uang selama muktamar dapat diminimalisir. Jika hal ini berhasil, maka pemimpin NU yang terpilih akan benar-benar independen dan tidak mudah diintervensi oleh pihak eksternal yang ingin menyusupkan agenda tertentu.
"Sehingga kalau semua ini menjadi tanggung jawab panitia muktamar, ide gagasan yang mereka bawa itu otentik, benar-benar kebutuhan jam'iyah, dan mereka akan memilih pemimpin yang ideal untuk menghadapi tantangan," jelas Gus Salam.
Muktamar NU ke-35 rencananya akan digelar pada Agustus 2026, namun lokasi pelaksanaannya belum ditetapkan. Sebagai pemanasan, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur pada 20-21 Juni 2026. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah seruan kemandirian ini benar-benar terwujud, atau justru kembali diwarnai tarik-menarik kepentingan?



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8146662/original/076035800_1780999594-35836.jpg)