Diamond League Roma: Caudery dan Hunter Bell Puncaki Klasemen, Hodgkinson Coba Peruntungan di 400m
Baca dalam 60 detik
- Molly Caudery merebut gelar lompat galah dengan ketinggian 4,80m, menandai kebangkitan setelah cedera panjang.
- Georgia Hunter Bell memenangi 1500m dalam debut musim outdoor, mencatat waktu 3:58.63 dan mengirim sinyal kuat jelang Commonwealth Games.
- Keely Hodgkinson finis ketujuh di nomor 400m dengan catatan pribadi 51.14 detik, fokus beralih ke rekor dunia 800m.

Dua atlet Inggris, Molly Caudery dan Georgia Hunter Bell, sukses merebut gelar di ajang Diamond League Roma yang berlangsung di Stadio Olimpico, Jumat (6/6/2025). Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasi mereka di level dunia, tetapi juga menjadi batu loncatan menuju musim kompetisi yang padat, termasuk Commonwealth Games di Glasgow dan Kejuaraan Eropa di Birmingham.
Caudery, peraih dua gelar juara dunia indoor, memastikan kemenangan di nomor lompat galah dengan melompat setinggi 4,80 meter. Ia unggul atas rivalnya, Nina Kennedy (Australia) dan Angelica Moser (Swiss), yang gagal di ketinggian 4,85 meter. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Caudery setelah 18 bulan penuh tantangan, termasuk cedera saat pemanasan di Kejuaraan Dunia Tokyo tahun lalu. "Dua tahun terakhir sangat berat. Tapi saya ingin membuktikan bisa bersaing di luar ruangan lagi," ujarnya kepada BBC Sport.
Sementara itu, Hunter Bell tampil impresif di nomor 1500m. Ia mematahkan perlawanan Nikki Hiltz dari Amerika Serikat pada putaran terakhir dan finis dengan catatan waktu 3 menit 58,63 detik. Ini adalah debut musim outdoor bagi peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2024 tersebut. "Pertandingan pertama selalu sulit karena Anda tidak tahu posisi Anda. Tapi ini peningkatan besar dari tahun lalu," kata Hunter Bell. Ia kini mengincar prestasi lebih di ajang multievent musim ini.
Di nomor 400m putri, perhatian tertuju pada Keely Hodgkinson, juara Olimpiade 800m. Ia turun di jarak yang lebih pendek sebagai bagian dari latihan kecepatan dan finis ketujuh dengan waktu 51,14 detikโpeningkatan 0,47 detik dari catatan pribadinya. Meski tidak mampu bersaing dengan Henriette Jaeger yang menang dalam 49,60 detik, Hodgkinson menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada nomor 800m. Ia berencana mengejar rekor dunia outdoor Jarmila Kratochvilova yang telah bertahan 43 tahun. "Saya akan balapan di Stockholm, Eugene, dan London. Target saya jelas," ujarnya.
Di nomor 100m putra, Noah Lyles dari Amerika Serikat kembali menunjukkan taringnya. Ia memenangi perlombaan dengan catatan 9,88 detik, mengungguli Emmanuel Eseme (Kamerun) dan Letsile Tebogo (Botswana). Sementara itu, atlet Inggris Jeremiah Azu harus puas di posisi kesembilan dengan 10,12 detik. Di nomor 200m putri, Julien Alfred (juara Olimpiade) mengalahkan Melissa Jefferson-Wooden, sementara Amy Hunt dan Dina Asher-Smith finis keempat dan kelima.
Bagi atlet Indonesia, prestasi para pelari jarak menengah Inggris ini bisa menjadi tolok ukur. Dengan persiapan menuju SEA Games dan Asian Games, penting bagi atlet Tanah Air untuk belajar dari konsistensi dan strategi balap atlet-atlet top dunia. Diamond League sendiri menjadi ajang bergengsi yang jarang diikuti atlet Indonesia, namun bisa menjadi target ambisius di masa depan.
Diamond League akan berlanjut di Stockholm pada hari Minggu (8/6/2025). Hodgkinson dijadwalkan turun di nomor 800m, sementara Caudery dan Hunter Bell akan kembali beraksi. Pertanyaan besarnya: akankah Caudery mampu memecahkan rekor nasionalnya di musim ini? Atau justru Hunter Bell yang akan mencuri perhatian dengan torehan waktu di bawah 3:55?



