Hotel di New Delhi Terbakar, 21 Tewas: Kegagalan Regulasi Keselamatan Kembali Terkuak
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di hotel Flourish Stay, New Delhi, menewaskan 21 orang, sebagian besar warga Afrika yang datang berobat.
- Insiden ini menyoroti lemahnya penegakan aturan keselamatan kebakaran di India, termasuk akses darurat yang terbatas.
- Pemerintah India berjanji menyelidiki dan menindak pelanggar, namun pola kecelakaan serupa terus berulang.

Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di kawasan padat penduduk New Delhi pada Rabu pagi, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi kebakaran paling mematikan di ibu kota India dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus kembali membuka luka kronis lemahnya penerapan standar keselamatan bangunan di negara tersebut.
Kebakaran terjadi di Flourish Stay, sebuah penginapan tipe bed-and-breakfast yang terletak di lingkungan sempit di selatan New Delhi. Menurut kepolis setempat, saat kejadian terdapat 47 tamu yang menginap. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi puluhan orang, namun 21 korban dinyatakan meninggal dunia. โDengan rasa duka mendalam, 21 orang telah dinyatakan tewas dalam insiden tragis ini,โ demikian pernyataan resmi kepolisian Delhi.
Lebih dari 40 orang dilarikan ke rumah sakit, dan delapan di antaranya dalam kondisi kritis, menurut keterangan salah satu rumah sakit yang menerima korban. Televisi India menayangkan gambar kobaran api yang menjulang tinggi serta gumpalan asap hitam pekat membubung ke langit. Warga setempat berusaha membantu dengan membentangkan kasur di jalan raya, sehingga beberapa korban yang terjebak di lantai atas nekat melompat untuk menyelamatkan diri.
Laporan media lokal menyebutkan bahwa sebagian korban tewas adalah warga negara Afrika yang tengah berkunjung ke India untuk menjalani perawatan medis. Fakta ini menambah dimensi tragis, mengingat India selama ini menjadi tujuan wisata medis bagi pasien dari berbagai negara berkembang. Anggota parlemen setempat, Satish Upadhyay, menyatakan bahwa penyelidikan akan segera dilakukan dan siapa pun yang melanggar aturan akan ditangani secara hukum. โPenyelidikan akan dilakukan, dan siapa pun yang melanggar norma dan bertanggung jawab akan segera ditangkap,โ ujarnya.
Perdana Menteri Narendra Modi menyebut insiden ini sebagai โtragisโ dan menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosialnya. Namun, di balik pernyataan resmi tersebut, publik India kembali dihadapkan pada realitas pahit: kebakaran bangunan adalah kejadian yang lazim terjadi di India akibat kelangkaan alat pemadam kebakaran dan pengabaian rutin terhadap peraturan keselamatan. Laporan awal mengindikasikan bahwa hotel tersebut hanya memiliki satu pintu untuk keluar-masuk dan tidak memiliki ventilasi yang memadai, sehingga memperparah jatuhnya korban.
Bagi Indonesia, tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya penegakan regulasi keselamatan kebakaran di gedung-gedung komersial, terutama hotel dan penginapan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, banyak hotel budget dan losmen yang beroperasi di bangunan padat dengan akses darurat terbatas. Meskipun pemerintah Indonesia telah memiliki standar keselamatan kebakaran melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, implementasi di lapangan masih lemah. Kasus kebakaran di hotel New Delhi seharusnya mendorong otoritas terkait untuk melakukan inspeksi mendadak dan menindak tegas pelanggar.
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian lain yang lazim terjadi. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah tragedi ini menjadi titik balik dalam penegakan keselamatan kebakaran di India, atau akan kembali terlupakan seperti peristiwa serupa sebelumnya? Sementara itu, keluarga korban masih menanti kejelasan, dan pemerintah India berjanji akan mengusut tuntas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7172426/original/031404300_1779964543-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)

