Kinerja Kuartal I-2026 Moncer, AZKO Siap Tebar Dividen Lagi
Baca dalam 60 detik
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencetak penjualan bersih Rp2,35 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 10,1% year-on-year, didorong perbaikan daya beli dan momentum Ramadan.
- Analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan dividen per saham FY2026 mencapai Rp24 dengan yield sekitar 6%, didukung posisi kas yang kuat dan neraca keuangan yang sehat.
- Emiten ritel perlengkapan rumah tangga ini diproyeksikan membukukan laba bersih Rp823 miliar pada 2026, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp550 per saham.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), pengelola jaringan ritel AZKO, mempertahankan tradisi bagi dividen setelah mencetak pertumbuhan penjualan dua digit pada kuartal pertama 2026. Kinerja ini menjadi sinyal positif bagi investor di tengah tekanan daya beli masyarakat yang masih fluktuatif.
Hingga Maret 2026, perusahaan mencatat penjualan bersih Rp2,35 triliun, naik 10,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan pun melonjak 18,3% menjadi Rp163,59 miliar. Momentum Ramadan dan Idulfitri yang lebih baik dari tahun lalu menjadi katalis utama, tercermin dari peningkatan kualitas transaksi dan same store sales growth (SSSG) sebesar 4,3% yang didorong pasar Jakarta dan Jawa.
Ekspansi ke luar Pulau Jawa juga menunjukkan hasil solid. Strategi pemekaran wilayah berhasil mendongkrak penjualan di area tersebut, memperkuat posisi AZKO sebagai pemain utama ritel perlengkapan rumah tangga. Dengan fundamental yang kokoh, perusahaan dipandang mampu menjaga stabilitas arus kas dan konsisten membagikan dividen.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai peluang pembagian dividen tunai masih terbuka lebar. Posisi kas yang kuat dan neraca keuangan yang sehat menjadi penopang utama. "Kami memperkirakan DPS FY26F sekitar Rp24 per saham dengan dividend yield sekitar 6%," ungkapnya. Selama lima tahun terakhir, ACES tidak pernah absen membagikan dividen, dengan besaran bervariasi dari Rp20,59 hingga Rp33,87 per saham.
Meski prospek dividen menarik, Abida mengingatkan perlunya penguatan strategi value retail. Ekspansi merek AZKO dan NEKA, pengembangan private label, efisiensi biaya, serta perluasan kategori FMCG menjadi prioritas. Selain itu, pendekatan solution-based retail diharapkan mampu mendorong pelanggan datang bukan sekadar berbelanja, melainkan mencari solusi home living. Hal ini penting untuk mempertahankan daya saing di tengah risiko pelemahan daya beli dan volatilitas kurs rupiah.
Abida memproyeksikan pendapatan ACES pada 2026 mencapai Rp9,3 triliun, tumbuh 6,2% year-on-year, dengan laba bersih Rp823 miliar (naik 15,5%). Ekspansi toko dan efisiensi operasional menjadi motor pertumbuhan. Dengan valuasi yang murah, dividend yield tinggi, neraca solid, dan posisi bisnis yang defensif, saham ACES direkomendasikan buy dengan target harga Rp550 per saham.
Bagi investor, konsistensi dividen ACES menjadi daya tarik tersendiri. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah perusahaan mampu mempertahankan laju pertumbuhan di tengah tekanan eksternal dan perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif?



