Larangan Air Zamzam di Koper Bagasi: Aturan Baru yang Wajib Dipatuhi Jamaah Haji
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Haji melarang jamaah membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun kabin karena melanggar aturan penerbangan internasional.
- Setiap jamaah tetap mendapat jatah 5 liter air zamzam yang akan didistribusikan di debarkasi Indonesia, sehingga tidak perlu membawa sendiri.
- Pelanggaran aturan ini berpotensi menyebabkan koper dibuka paksa petugas bandara dan menghambat proses pemulangan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun kabin bagi jamaah haji Indonesia yang tengah memasuki fase pemulangan. Aturan ini bersifat mengikat dan telah menjadi standar penerbangan internasional yang wajib dipatuhi seluruh jamaah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa larangan tersebut bukan tanpa alasan. Air zamzam yang dimasukkan ke dalam koper dapat mengganggu proses pemeriksaan bagasi di bandara. Petugas bandara, menurut Maria, akan membuka paksa koper yang kedapatan menyimpan air zamzam. "Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara," jelasnya di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam yang lebih tertib. Setiap jamaah haji Indonesia akan menerima satu galon berisi 5 liter air zamzam di debarkasi masing-masing setelah tiba di tanah air. Dengan demikian, jamaah tidak perlu repot membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. "Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jamaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper," terang Maria.
Pada Senin (1/6), sebanyak 17 kloter jamaah haji Indonesia telah memulai perjalanan pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran arus jamaah. Kemenhaj mengapresiasi kedisiplinan dan kepatuhan jamaah selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. "Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji," ujar Maria.
Imbauan tambahan disampaikan bagi jamaah yang masuk jadwal kepulangan. Mereka diminta mempersiapkan barang bawaan dengan baik, mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan, serta mematuhi arahan petugas di hotel, saat menuju bandara, maupun selama penerbangan. "Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau," pesan Maria.
Bagi jamaah yang nekat melanggar, konsekuensinya tidak main-main. Selain koper dibuka paksa, proses pemulangan bisa terhambat. Oleh karena itu, Kemenhaj mengingatkan agar jamaah tidak mencoba membawa air zamzam dalam bentuk apa pun di bagasi. Ke depannya, pemerintah akan terus mengevaluasi mekanisme distribusi air zamzam agar semakin efisien dan tidak memberatkan jamaah. Pertanyaannya, mampukah kesadaran jamaah mengikuti aturan ini sepenuhnya demi kelancaran ibadah dan kepulangan?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493867/original/025420800_1779351314-unnamed__6_.jpg)

