Serena Williams Kembali ke Lapangan: Duet dengan Remaja Kanada di Queen's Club
Baca dalam 60 detik
- Legenda tenis Serena Williams akan kembali bertanding setelah hampir empat tahun absen, bermain ganda putri di Queen's Club bersama Victoria Mboko.
- Keputusan ini memicu spekulasi soal kemungkinan Williams turun di nomor tunggal Wimbledon atau US Open, mengingat rekornya sebagai pemegang 23 gelar Grand Slam.
- Kembalinya Williams menjadi sorotan global, termasuk di Indonesia, di mana tenis kian populer dan atlet seperti Aldila Sutjiadi menunjukkan prestasi.

Serena Williams, pemegang 23 gelar Grand Slam tunggal putri, akan kembali ke kompetisi setelah hampir empat tahun vakum dengan bermain ganda putri di turnamen Queen's Club, London, yang dimulai 8 Juni. Ia mendapat wildcard dan akan berpasangan dengan remaja Kanada berusia 19 tahun, Victoria Mboko.
Williams, 44 tahun, mengumumkan "evolusi" dari tenis pada 2022 setelah karier gemilang selama 27 tahun. Namun, rumor kembalinya mulai merebak tahun lalu saat namanya muncul dalam daftar pemain yang terdaftar untuk tes doping. Pada Februari lalu, namanya tercantum dalam daftar reinstatement International Tennis Integrity Agency (ITIA), dan akhirnya ia mengonfirmasi lewat media sosial dengan video berjalan ke lapangan bertuliskan "Guess everybody heard the news".
Keputusan Williams bermain di Queen'sโsebuah turnamen WTA 500โmenandai 196 pekan sejak penampilan terakhirnya di US Open 2022. Ia menyebut lapangan rumput sebagai tempat yang tepat untuk memulai babak baru. "Rumput telah memberi saya momen paling bermakna dalam karier saya, dan saya bersemangat kembali bertanding di salah satu panggung paling ikonik olahraga ini," ujarnya.
Pasangan Williams, Victoria Mboko, adalah salah satu prospek muda paling bersinar. Peringkat sembilan dunia junior itu baru saja tampil di Prancis Terbuka, di mana ia menyebut Williams sebagai "idola"-nya. Mboko tersingkir di babak ketiga Roland Garros oleh Madison Keys. Queen's menjadi panggung bagi duet lintas generasi yang menarik perhatian.
Pertanyaan besar kini mengemuka: apakah kembalinya Williams hanya untuk ganda, atau sekadar batu loncatan menuju tunggal? Legenda tenis John McEnroe, yang memenangi tiga gelar Wimbledon, menilai langkah ini logis. "Jika Serena Williams adalah yang terhebat sepanjang masa dan kembali, dia tidak kembali hanya untuk bersenang-senangโdia ingin memenangi Grand Slam lain. Itu satu-satunya alasan," ujar McEnroe kepada TNT Sports.
Wimbledon, tempat Williams meraih tujuh gelar tunggal dan tujuh ganda, akan berlangsung tiga pekan setelah Queen's. Ia membutuhkan wildcard untuk bisa bermain, tetapi prospek melihatnya kembali ke lapangan rumput SW19 sangat menggoda bagi penyelenggara. Sementara itu, US Open yang dimulai akhir Agustus juga menjadi target potensial. Belum ada konfirmasi apakah Williams akan turun di nomor tunggal, tetapi spekulasi terus menguat.
Bagi Indonesia, kembalinya Serena Williams menjadi angin segar bagi penggemar tenis tanah air. Tenis Indonesia tengah bergairah dengan prestasi Aldila Sutjiadi di level internasional, dan kehadiran ikon global seperti Williams dapat meningkatkan minat publik terhadap olahraga ini. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, sorotan media terhadap Queen's Club dan Wimbledon berpotensi menginspirasi generasi muda.
Di luar lapangan, Williams juga menjadi sorotan karena perjalanan kebugarannya. Tahun lalu ia mengaku kehilangan 14 kg dalam delapan bulan dengan berlatih lima jam sehari, termasuk lari, jalan, bersepeda, dan naik tangga. Ia menjadi juru bicara program penurunan berat badan Ro yang menjual obat GLP-1 seperti Wegovy dan Mounjaro, meski ia enggan menyebut obat spesifik yang digunakannya. Suaminya, pendiri Reddit Alexis Ohanian, juga investor perusahaan tersebut.
Motivasi pasti Williams kembali masih diselimuti misteri. Apakah ia ingin sekali lagi berbagi lapangan ganda dengan kakaknya Venus yang akan berusia 46 tahun pada 17 Juni? Ataukah api kompetitifnya belum padam, dan ia yakin masih bisa mengalahkan banyak pemain generasi baru? Yang jelas, dengan Wimbledon dan US Open di depan mata, dunia tenis menanti langkah selanjutnya dari sang legenda.
.jpeg)
.jpeg)

