Keanu Reeves Buka Suara soal Hubungan dengan Alexandra Grant: Mudah Dicintai
Baca dalam 60 detik
- Aktor John Wick itu mengakui kekasihnya, Alexandra Grant, adalah sosok yang mudah dicintai dalam pernyataan langka di MOCA Gala 2026.
- Grant mengaku kebahagiaan dalam hubungan turut memengaruhi karya seninya, membuat lukisannya lebih cerah.
- Pasangan ini menekankan saling menghormati dan kebebasan berkarya sebagai kunci hubungan yang langgeng.

Keanu Reeves, aktor yang dikenal lewat waralaba John Wick dan The Matrix, untuk pertama kalinya secara terbuka menanggapi hubungan asmaranya dengan seniman visual Alexandra Grant. Dalam acara MOCA Gala 2026 di Los Angeles, Reeves dengan tegas menyebut Grant sebagai wanita yang mudah dicintai.
Pernyataan itu keluar saat Reeves ditanya langsung oleh pewawancara mengenai dinamika hubungannya dengan Grant yang telah berjalan sejak 2019. Tanpa ragu, aktor berusia 61 tahun itu menjawab, “Ya!” dengan antusias. Momen langka ini menjadi sorotan, mengingat Reeves dikenal sangat tertutup mengenai kehidupan pribadinya.
Grant, yang kini berusia 53 tahun, turut berbagi bagaimana hubungannya dengan Reeves memengaruhi proses kreatifnya. Ia mengakui bahwa lukisan-lukisannya kini memiliki nada yang lebih bahagia. “Semua lukisan itu autobiografis, meski dalam abstraksi sekalipun. Saya pasti bisa mengatakan lukisan saya menjadi lebih bahagia. Tidak bisa dipungkiri,” ujar Grant.
Meski Grant merasakan dampak positif dari hubungan ini pada karyanya, Reeves justru tidak yakin bahwa sang kekasih memengaruhi pekerjaannya secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya tetap mempertahankan otonomi masing-masing dalam berkesenian. Grant sebelumnya memuji Reeves sebagai pasangan yang selalu apresiatif dan suportif. “Dia selalu berhati-hati dalam memberi masukan. Anda ingin selalu menghormati dan membiarkan pasangan Anda ‘memanggang kuenya’ sendiri,” kata Grant kepada People.
Grant juga mengungkapkan bahwa kunci hubungan mereka adalah saling mendengarkan dan menghormati kebutuhan individu untuk mendalami proses kreatif. “Ini tentang bermain. Kami bermain secara kreatif,” tambahnya. Kesamaan pandangan terhadap proyek masing-masing—bahwa setiap proyek memiliki otonomi, tim, aturan, serta awal dan akhir—menjadi perekat hubungan mereka. Grant bahkan bercanda bahwa ia telah “hidup bersama” John Wick dan Neo, karakter ikonis yang diperankan Reeves.
“Ketika dia sedang dalam karakter, saya sangat menghormati pemahaman bahwa ini adalah pertengahan hingga akhir proyek. Sama halnya dengan melukis—saat saya dalam mode pelukis, saya sepenuhnya di dalamnya. Melukis adalah bentuk pertunjukan juga,” jelas Grant.
Bagi publik Indonesia, kisah Reeves dan Grant menawarkan perspektif tentang bagaimana hubungan asmara dapat berjalan harmonis di tengah kesibukan karier kreatif yang padat. Di era di mana batasan antara kehidupan pribadi dan profesional semakin kabur, pasangan ini justru menjadikan otonomi kreatif sebagai pilar hubungan. Pertanyaannya, akankah model hubungan seperti ini menjadi tren baru di kalangan selebritas Tanah Air yang juga bergelut di dunia seni dan hiburan?



