Legenda Rugby League John Kear Tutup Usia di Tengah Perjalanan Pulang dari Final Challenge Cup
Baca dalam 60 detik
- John Kear, mantan pelatih timnas Inggris dan Wales serta komentator BBC, meninggal dunia pada usia 71 tahun saat dalam perjalanan pulang dari Final Challenge Cup.
- Kear dikenal luas berkat kemenangan mengejutkan Sheffield Eagles atas Wigan di Final Challenge Cup 1998 dan membawa Hull FC juara pada 2005.
- Sepanjang karier kepelatihannya yang mencakup lebih dari 700 pertandingan, ia juga memimpin Wales di dua Piala Dunia dan menjadi pengamat yang sangat dihormati.

John Kear, sosok yang namanya terukir dalam sejarah rugby league Inggris dan Wales sebagai pelatih sekaligus komentator legendaris, mengembuskan napas terakhir pada usia 71 tahun. Kepergiannya terjadi saat ia dalam perjalanan pulang dari Stadion Wembley usai menjadi bagian tim komentator BBC untuk laga final Challenge Cup antara Wigan dan Hull KR, Minggu (11/8).
Kabar duka ini langsung mengguncang komunitas rugby league. Federasi Rugby League (RFL) melalui pernyataan resmi menyebut Kear "dicintai dan dikagumi di seluruh olahraga ini dan jauh melampauinya". Ketua RFL Nigel Wood mengenang Kear sebagai pribadi yang menemukan gairah sejatinya dalam melatih setelah karier bermain selama satu dekade di Castleford.
Kear memulai perjalanannya sebagai pemain di klub kampung halamannya, Castleford Tigers, dengan mencatatkan 133 penampilan antara 1978 hingga 1988. Namun, namanya justru melambung ketika beralih ke kursi pelatih. Puncak karier kepelatihannya terjadi pada 1998 saat ia membawa Sheffield Eagles, tim yang saat itu dianggap underdog, menaklukkan Wigan Warriors di final Challenge Cupโsebuah kemenangan yang hingga kini dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen. Tujuh tahun kemudian, ia mengulangi kesuksesan serupa dengan membawa Hull FC mengalahkan Leeds Rhinos di final 2005.
Di level internasional, Kear dipercaya menangani timnas Inggris pada Piala Dunia 2000 dan berhasil membawa mereka ke babak semi-final. Ia kemudian mengabdi selama 11 tahun sebagai pelatih kepala Wales, memimpin The Dragons di dua edisi Piala Dunia (2017 dan 2021). Kontribusinya tidak berhenti di lapangan; setelah pensiun dari kepelatihan, Kear menjadi komentator dan pengamat yang sangat dihormati di BBC, dikenal karena cara bertuturnya yang khas dan kecintaannya yang tulus terhadap olahraga tersebut.
Rekan komentator BBC, Dave Woods, yang juga sahabat dekat Kear, mengenangnya sebagai "manusia rugby league sejati, penginjil paling bersemangat dan fasih untuk olahraga ini". Woods menambahkan, "Ia adalah pria terbaik, rendah hati, ramah, ceria, selalu tersenyum, dan selalu senang berbicara dengan siapa pun, terutama tentang rugby league."
Bagi penggemar rugby league di Indonesia, meskipun olahraga ini belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, kisah John Kear memberikan pelajaran tentang dedikasi dan semangat pantang menyerah. Keberhasilannya membawa tim-tim kecil menjadi juara menjadi inspirasi bahwa dengan strategi tepat dan keyakinan, keterbatasan bisa diatasi. Kepergian Kear meninggalkan kekosongan besar, namun warisannya sebagai pelatih jenius dan komentator yang menghidupkan setiap pertandingan akan terus dikenang.
Pertanyaan yang kini mengemuka: siapa yang akan meneruskan tradisi kepelatihan cerdas dan semangat positif yang telah ditanamkan Kear selama lebih dari tiga dekade? Rugby league kehilangan salah satu duta terbaiknya, namun cerita tentang kemenangan-kemenangan tak terduga dan cinta murni pada olahraga akan tetap hidup.



