Revitalisasi Museum Pajajaran: Rp9 Miliar untuk Wajah Baru Pusat Budaya Sunda
Baca dalam 60 detik
- Pemprov Jabar mengalokasikan Rp9 miliar untuk merevitalisasi Museum Pajajaran dan kawasan sekitarnya di Bogor.
- Proyek ini merupakan tindak lanjut dari Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang membawa Mahkota Binokasih.
- Penataan mencakup infrastruktur jalan, trotoar, lampu, dan taman untuk memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan anggaran Rp9 miliar untuk merombak total Museum Pajajaran di Kota Bogor, sebuah langkah yang diyakini akan mengubah wajah kawasan budaya tersebut menjadi lebih representatif dan fungsional. Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian dari strategi besar menghidupkan kembali warisan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan kelanjutan dari Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang baru saja digelar. Kirab yang menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pakeโsimbol keagungan Kerajaan Sundaโmenjadi momentum untuk membenahi kawasan Museum Pajajaran hingga Lawang Suryakencana. "Sebagai tindak lanjut, ada penataan jalan, trotoar, lampu, serta tamannya. Nanti namanya Palataran Binokasih," ujar Dedi dalam keterangan resmi di Bandung, Minggu (31/5).
Proyek ini tidak hanya menyasar bangunan museum, tetapi juga infrastruktur pendukung di sekitarnya. Jalan, trotoar, penerangan umum, dan taman akan diperbaiki untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian, Museum Pajajaran diharapkan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang publik yang hidup dan interaktif.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyambut baik langkah ini. Ia menilai kirab budaya yang membawa Mahkota Binokasih dari Sumedang ke Bogor merupakan upaya konkret mengagungkan kembali warisan leluhur. "Gubernur telah membawa Mahkota Binokasih mulai dari Sumedang hingga ke Kota Bogor hari ini," ucapnya. Kirab tersebut melibatkan peserta seni tradisi dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, plus perwakilan Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah, menunjukkan semangat kolaborasi lintas daerah.
Revitalisasi ini memiliki implikasi lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Di tengah gempuran budaya global, investasi pada museum dan ruang budaya menjadi krusial untuk menjaga identitas lokal. Museum Pajajaran, yang menyimpan koleksi sejarah Kerajaan Pajajaran, berpotensi menjadi destinasi edukasi sejarah yang menarik, sekaligus mendorong pariwisata budaya di Bogor. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pengelolaan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat agar museum tidak kembali terbengkalai setelah direnovasi.
Pertanyaan yang mengemuka: akankah revitalisasi ini benar-benar mengubah Museum Pajajaran menjadi pusat budaya yang dinamis, atau hanya sekadar proyek infrastruktur tanpa dampak jangka panjang? Jawabannya bergantung pada komitmen pemerintah dan dukungan publik dalam merawat warisan budaya Sunda.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7676335/original/019338200_1780471341-133332.jpg)
