Makassar Juara I Creative Financing: Bukti Inovasi Fiskal Daerah
Baca dalam 60 detik
- Kota Makassar meraih peringkat pertama kategori Creative Financing dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri, disertai insentif Rp3 miliar.
- Penghargaan ini menandai keberhasilan Makassar dalam mengoptimalkan pendapatan daerah melalui digitalisasi dan regulasi, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia Timur.
- Prestasi ini memperkuat posisi Makassar sebagai daerah dengan tata kelola keuangan inovatif, di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.

Pemerintah Kota Makassar berhasil menyabet gelar Terbaik I Kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan ini tidak hanya membawa nama harum, tetapi juga insentif senilai Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pembiayaan pembangunan yang kreatif dan berkelanjutan.
Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Munafri Arifuddin pada malam penganugerahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5) malam. Dalam sambutannya, Munafri mengungkapkan rasa syukur dan menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola yang efektif dan inovatif. โPenghargaan ini adalah pengakuan atas kinerja daerah dalam kategori Creative Financing,โ ujarnya.
Keberhasilan Makassar tidak berhenti di situ. Kota ini juga masuk dalam tiga besar kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, serta menerima penghargaan atas Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi dan Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis Jaminan Hari Tua (JHT) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi. Rangkaian prestasi ini menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di kawasan timur Indonesia.
Menurut Munafri, kunci sukses Makassar terletak pada kemampuan menggali sumber pendapatan baru melalui regulasi yang kuat dan digitalisasi layanan. โKami menyasar seluruh potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan daerah untuk memastikan tidak ada lagi yang luput,โ jelas politisi Golkar itu. Transformasi digital yang dijalankan, termasuk sistem pengawasan terintegrasi, berhasil mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Munafri menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas daerah dalam mencari pembiayaan alternatif. โDengan begitu, pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan kesejahteraan warga dapat terus meningkat,โ tutupnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Makassar mampu beradaptasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan keuangan yang inovatif dan berkelanjutan.
Ke depan, tantangan bagi Makassar adalah mempertahankan momentum ini di tengah dinamika fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Akankah inovasi pembiayaan kreatif ini dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia?