Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu: Kepergian Sang Patriot Pertahanan
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu wafat di usia 76 tahun, meninggalkan jejak pengabdian panjang di dunia militer dan pertahanan Indonesia.
- Jenazah akan disemayamkan di Kementerian Pertahanan sebelum dimakamkan secara militer di TMP Kalibata, sebagai bentuk penghormatan negara.
- Kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar bagi institusi pertahanan, mengingat kontribusinya dalam modernisasi alat utama sistem senjata dan diplomasi pertahanan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7456001/original/001425200_1780230569-Karangan_Bunga.jpg)
Mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu berpulang pada Minggu, 31 Mei 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kepergian tokoh yang dikenal sebagai sosok disiplin dan visioner ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi institusi pertahanan yang pernah dipimpinnya.
Sejak sore hari, rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1b Cikeas, Bogor, mulai dipadati pelayat. Karangan bunga dari sejumlah tokoh nasional berjejer di area rumah, menjadi simbol penghormatan atas jasa almarhum. Suasana haru menyelimuti prosesi salat jenazah yang dilakukan bergantian oleh para tamu. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih menjadi pusat perhatian, mengingatkan pada dedikasi almarhum terhadap bangsa dan negara.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyusun rangkaian upacara penghormatan terakhir. Menurut Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, jenazah akan tiba di Kemhan pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 07.30 WIB untuk disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika. Upacara persemayaman akan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan, dilanjutkan dengan pelepasan jenazah pada pukul 11.00 WIB menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Prosesi pemakaman akan digelar secara militer, dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan sebagai inspektur upacara. Hal ini menegaskan status almarhum sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga kedaulatan negara. Rico Ricardo menyampaikan, "Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, para prajurit, serta seluruh insan pertahanan."
Ryamizard Ryacudu wafat di usia 76 tahun. Selama menjabat sebagai menteri, ia dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan fokus pada modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) serta peningkatan kesejahteraan prajurit. Di bawah kepemimpinannya, Kemhan berhasil merealisasikan beberapa program pengadaan alutsista strategis, termasuk pesawat tempur dan kapal perang, yang memperkuat postur pertahanan Indonesia di kawasan.
Kepergian Ryamizard tidak hanya menjadi kehilangan bagi institusi pertahanan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah bagaimana estafet kepemimpinan dan kebijakan pertahanan ke depan akan melanjutkan warisan yang telah ditinggalkannya, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.



