El Nino Mengancam, Malaysia Siapkan Armada Pemadam Kebakaran Besar-besaran
Baca dalam 60 detik
- Malaysia meningkatkan kesiapsiagaan pemadam kebakaran menghadapi El Nino yang diprediksi lebih kering dari tahun lalu.
- Sebanyak 70 kendaraan pemadam dan 80 pompa portabel telah diadakan untuk mempercepat respons kebakaran hutan dan lahan gambut.
- Penegakan hukum terhadap pembakaran terbuka diperketat untuk mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.

Malaysia mempercepat persiapan menghadapi musim kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino, dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran baru dan memperketat pengawasan terhadap pembakaran lahan. Langkah ini diambil setelah prakiraan cuaca menunjukkan kondisi lebih kering dibanding tahun sebelumnya, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan gambut di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Datuk Seri Nor Hisham Mohammad, menyatakan bahwa seluruh direktur pemadam kebakaran negara bagian telah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapan operasional. โKami memperkirakan cuaca lebih kering dari tahun lalu, dan persiapan tahun ini dilakukan lebih sistematis,โ ujarnya dalam acara Ibadah Qurban Kasih di Sepang, kemarin.
Sebagai bagian dari penguatan, tahun lalu instansinya telah mengakuisisi 70 unit Compact Fire Rescue Tender yang dirancang untuk operasi kebakaran hutan, serta 80 pompa portabel tambahan. Langkah ini dinilai krusial mengingat kebakaran lahan gambut seringkali sulit dipadamkan tanpa peralatan khusus. Meski demikian, Nor Hisham menekankan bahwa pemantauan terkini terhadap El Nino di Pasifik menunjukkan kondisi belum terlalu kritis. โCurah hujan masih terjadi dan situasi terkendali,โ katanya.
Fokus lain yang diangkat adalah peningkatan koordinasi penanggulangan bencana untuk kebakaran hutan skala besar. Menurut Nor Hisham, kemampuan memobilisasi aset dan bantuan ke daerah terdampak secara cepat menjadi kunci keberhasilan operasi pemadaman. Ia juga menyerukan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktik pembakaran terbuka, yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran saat cuaca panas berkepanjangan.
Di sisi lain, Wakil Menteri Perumahan dan Pemerintahan Daerah, Datuk Aiman Athirah Sabu, melaporkan bahwa program Ibadah Qurban Kasih melibatkan sekitar 500 orang, termasuk petugas pemadam kebakaran, kepala desa, anggota dewan, dan relawan. Program ini juga mencakup 38 desa tradisional di distrik Sepang dan diakhiri dengan jamuan komunitas untuk mempererat hubungan antara warga, pemimpin masyarakat, dan lembaga pemerintah.
Bagi Indonesia, fenomena El Nino serupa kerap memicu kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, yang tak jarang menyebabkan kabut asap lintas batas. Pengalaman Malaysia dalam memperkuat armada pemadam dan penegakan hukum dapat menjadi referensi bagi Indonesia, terutama dalam hal pengadaan peralatan khusus dan koordinasi antarlembaga. Pertanyaannya, apakah langkah serupa akan diadopsi Indonesia untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi juga akan berdampak pada wilayahnya?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/849473/original/011026700_1428838017-Ilustrasi-pembunuhan-wanita.jpg)
