Pulang dari Prancis, Seskab Teddy Langsung Rapat dengan Mensos Bahas Sekolah Rakyat
Baca dalam 60 detik
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sehari setelah kembali dari kunjungan kenegaraan ke Prancis.
- Pembahasan utama adalah persiapan pembukaan Sekolah Rakyat pada Juli 2026 yang menargetkan 45.000 anak dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah.
- Program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk pemerataan akses pendidikan, sementara kunjungan ke Prancis juga menghasilkan kesepakatan ekonomi senilai Rp61,25 triliun.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7422004/original/003894500_1780199304-Seskab_Teddy_Mensos.jpg)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya langsung menggelar rapat dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Sabtu (30/5/2026), sehari setelah tiba dari kunjungan kenegaraan ke Prancis. Pertemuan itu difokuskan pada percepatan realisasi program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangan yang diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan bahwa pembahasan mencakup pemantapan pembukaan Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran baru yang direncanakan dimulai pada Juli 2026. Program ini menyasar lebih dari 45.000 anak dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, dan mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. "Program ini ditargetkan mampu memberikan akses pendidikan, penginapan, kesehatan, dan kehidupan layak," ujar Teddy.
Tak hanya skala nasional, rapat tersebut juga merinci rencana penyekolahan 1.000 anak kurang mampu, anak tidak bersekolah, serta anak jalanan di Jakarta melalui 10 Sekolah Rakyat. Beberapa sekolah di ibu kota telah ditinjau pada bulan sebelumnya sebagai bagian dari persiapan. Teddy menekankan komitmen Presiden Prabowo untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama dan merata bagi seluruh anak Indonesia dengan fasilitas yang layak dan nyaman.
Kunjungan Teddy ke Prancis pada 26โ29 Mei 2026 merupakan bagian dari rombongan Presiden Prabowo dalam lawatan kenegaraan yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Salah satu capaian utama adalah peluncuran FranceโIndonesia High Level Business Council, forum yang mempertemukan para pemimpin bisnis kedua negara. Forum ini menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun (kurs Rp17.500 per dolar AS). Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Bagi Indonesia, kolaborasi dengan Prancis di bidang energi dan pertahanan dinilai dapat memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi nasional. Sementara itu, program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata upaya pemerintah mengatasi masalah kesenjangan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Menurut analis kebijakan publik, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi lintas kementerian dan ketersediaan anggaran yang memadai.
Dengan jadwal pembukaan yang tinggal beberapa bulan lagi, pemerintah harus bergerak cepat dalam menyiapkan infrastruktur, kurikulum, dan tenaga pengajar. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah target ambisius 45.000 anak dapat tercapai tepat waktu, dan bagaimana mekanisme pengawasan agar program berjalan sesuai harapan.

