Prabowo Pimpin Upacara Hari Pancasila, Megawati Dipastikan Hadir
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, pada 1 Juni 2026.
- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan hadir dalam acara yang digelar BPIP tersebut, menandai momen rekonsiliasi politik.
- PDIP juga akan menggelar upacara internal di Sekolah Partai, menunjukkan komitmen partai terhadap ideologi Pancasila.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239711/original/025489200_1748849958-20250602-Upacara_Hari_Pancasila-AFP_4.jpg)
Untuk pertama kalinya sejak kontestasi politik Pilpres 2024, Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan berada dalam satu forum kenegaraan yang sama: upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Konfirmasi kehadiran Megawati dari DPP PDIP menjadi sinyal kuat bahwa agenda nasional ini berpotensi menjadi panggung simbolis rekonsiliasi antara dua kubu yang sempat berseberangan.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memastikan bahwa Presiden Prabowo akan bertindak sebagai inspektur upacara. โBapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,โ ujarnya Jumat (29/5/2026). Upacara akan digelar di Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, mulai pukul 10.00 WIB. Gedung bersejarah ini dipilih karena nilai simbolisnya sebagai tempat lahirnya Pancasila dalam sidang BPUPKI pada 1945.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengonfirmasi bahwa Megawati akan hadir, meski dengan nada hati-hati. โInsya Allah beliau hadir ya. Doakan saja beliau ada waktu kesempatan untuk hadir,โ katanya di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Kehadiran Megawati menjadi sorotan karena sejak Pilpres 2024, hubungan Prabowo-Megawati cenderung dingin, dan momen ini bisa menjadi titik awal detente politik. Namun, Djarot juga menekankan bahwa PDIP tetap akan menggelar upacara internal di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sebagai tradisi tahunan partai. โJadi kita lihat besok ya,โ tambahnya.
Bagi publik Indonesia, momen ini bukan sekadar seremoni tahunan. Pancasila sebagai ideologi negara kerap dijadikan alat pemersatu di tengah polarisasi politik. Kehadiran Megawati, yang merupakan anak Proklamator Soekarno (penggali Pancasila), bersama Prabowo sebagai kepala negara, memberikan pesan bahwa kepentingan bangsa masih bisa diutamakan di atas perbedaan. Analis politik dari Universitas Indonesia menilai bahwa langkah ini bisa meredakan ketegangan antara pendukung kedua kubu, terutama menjelang tahun politik 2027. โJika Megawati hadir dan berinteraksi positif, itu akan menjadi modal sosial yang besar bagi stabilitas nasional,โ ujar pengamat politik tersebut.
Namun, pertanyaan masih menggantung: akankah momen ini berlanjut pada kerja sama politik yang lebih konkret, atau hanya sekadar formalitas kenegaraan? Dengan tradisi PDIP yang tetap menggelar upacara sendiri, tampaknya partai banteng masih ingin menjaga jarak simbolis. Publik akan mencermati gestur dan pernyataan kedua tokoh saat upacara nanti, yang bisa menjadi indikator arah peta politik Indonesia ke depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7513600/original/077726100_1780285828-Megawati_Gandeng_Prabowo.jpeg)
