Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi: Insentif Hingga Rp3 Miliar untuk Daerah Berprestasi
Baca dalam 60 detik
- Kemendagri memberikan penghargaan kepada pemda di Sulawesi dalam empat kategori, dengan hadiah bantuan pemerintah hingga Rp3 miliar bagi peringkat pertama.
- Penilaian dilakukan secara regional untuk mengakomodasi keragaman karakteristik dan tantangan antarwilayah di Indonesia.
- Ajang ini diharapkan mendorong kompetisi sehat antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah di Sulawesi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang digelar di Kendari, Jumat (29/5). Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memacu kinerja daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan penilaian objektif yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Menurutnya, pendekatan regional dipilih agar penilaian lebih adil dan proporsional, mengingat setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. "Oleh karena itulah kita membuatnya menjadi regional. Region Sumatera sudah kita lakukan di Palembang, Kalimantan di Balikpapan, dan beberapa waktu lalu di Mataram," ujar Tito.
Empat kategori yang diperlombakan meliputi penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Bagi pemenang, pemerintah pusat menyediakan bantuan pemerintah sebesar Rp3 miliar untuk Terbaik I, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III. Insentif ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi daerah untuk terus berinovasi.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Kolaka meraih Terbaik I tingkat kabupaten, disusul Konawe Kepulauan dan Kolaka Utara. Untuk kota, Baubau menjadi yang terbaik, diikuti Kendari dan Parepare. Provinsi Sulawesi Barat menjadi satu-satunya provinsi peraih penghargaan di kategori ini. Sementara itu, di kategori creative financing, Kabupaten Wajo unggul di tingkat kabupaten, Kota Makassar di tingkat kota, dan Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat provinsi.
Kategori pengendalian inflasi dimenangkan oleh Kabupaten Sigi, Kota Bitung, dan Provinsi Gorontalo. Adapun untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Tomohon, dan Provinsi Sulawesi Utara keluar sebagai yang terbaik. Tito berharap ajang ini mampu memotivasi kepala daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. "Acara ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan award, untuk memotivasi rekan-rekan kepala daerah. Yang kedua juga untuk membuktikan bahwa banyak kepala daerah juga baik," ujarnya.
Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar untuk regional Sumatera di Palembang, Kalimantan di Balikpapan, dan Nusa Tenggara di Mataram. Ke depan, Kemendagri akan menggelar acara untuk regional Jawa-Bali dan Papua. Dengan pendekatan regional ini, pemerintah pusat berharap dapat menciptakan persaingan yang sehat dan merata, sehingga setiap daerah termotivasi untuk berinovasi sesuai dengan potensi dan tantangan lokalnya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah model ini akan mampu mendorong pemerataan kualitas pelayanan publik di seluruh Indonesia?


