Beredar Hoak Serangan Monyet Penyebab Blackout Sumatera, Ini Fakta Sebenarnya
Baca dalam 60 detik
- Klaim viral di Facebook yang menghubungkan kawanan monyet dengan pemadaman listrik massal di Sumatera terbukti hoak setelah verifikasi digital.
- Video yang beredar ternyata merupakan rekaman lama di Tangerang Selatan pada Oktober 2025, bukan peristiwa terkini di Sumatera.
- Bareskrim Polri mengungkap penyebab blackout adalah gangguan teknis pada kabel transmisi yang memicu trip berantai di enam provinsi.
Klaim bahwa kawanan monyet menjadi biang keladi pemadaman listrik total di Pulau Sumatera yang ramai di media sosial akhir pekan lalu dipastikan tidak berdasar. Hasil verifikasi menunjukkan unggahan tersebut merupakan konten lama yang diambil di wilayah Banten, bukan Sumatera, dan sama sekali tidak terkait dengan peristiwa blackout yang melumpuhkan aktivitas di enam provinsi.
Gambar yang beredar di Facebook memperlihatkan puluhan monyet memanjat dan bergelantungan di tiang listrik, disertai narasi yang mengaitkannya dengan gangguan listrik massal di Sumatera. Namun, penelusuran menggunakan Google Lens oleh tim redaksi mengarahkan pada unggahan akun Instagram @go.bsd pada 15 Oktober 2025. Video asli merekam kawanan monyet yang melintasi atap rumah warga di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Lokasi ini jelas berada di Pulau Jawa, bukan Sumatera.
Di sisi lain, penyebab sesungguhnya dari pemadaman listrik massal yang terjadi di Sumatera telah diungkap oleh Bareskrim Polri. Wakil Kepala Bareskrim Irjen Nunung Syaifuddin menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada sistem transmisi kabel tegangan tinggi, yang menyebabkan interkoneksi kelistrikan antarprovinsi terputus. Akibatnya, frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil, memicu pembangkit listrik mengalami trip secara berantai. Peristiwa ini berdampak pada Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera, hoak semacam ini berpotensi mengalihkan perhatian dari akar masalah infrastruktur kelistrikan yang sebenarnya. Alih-alih mencari kambing hitam, publik perlu mendorong transparansi investigasi teknis dan percepatan perbaikan sistem transmisi. PLN dan Bareskrim telah berkoordinasi untuk mengidentifikasi titik rawan gangguan dan memperkuat sistem proteksi agar kejadian serupa tidak terulang.
โGangguan tersebut menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Pulau Sumatra hingga memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik,โ ungkap Irjen Nunung Syaifuddin dalam keterangan resminya.
Ke depan, tantangan utama adalah memastikan keandalan pasokan listrik di Sumatera, terutama menjelang musim kemarau yang kerap meningkatkan beban puncak. Apakah sistem kelistrikan nasional sudah cukup tangguh menghadapi gangguan teknis tanpa harus menimbulkan blackout berkepanjangan? Pertanyaan ini layak dijawab dengan langkah konkret, bukan sekadar klarifikasi hoak.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3938374/original/017867600_1645165607-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-5.jpg)
