Timwas Haji DPR Soroti Tenda Tak Layak di Mina: Evaluasi Total Armuzna Mendesak
Baca dalam 60 detik
- Tim Pengawas Haji DPR 2026 menuntut evaluasi menyeluruh layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina setelah ditemukan jemaah tidur di luar tenda.
- Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang menyoroti AC tidak optimal, ketersediaan air minim, dan kepadatan ekstrem di Mina yang berulang tiap musim haji.
- DPR mendesak perubahan tata kelola signifikan agar jemaah Indonesia bisa beribadah dengan layak di Armuzna.

Tim Pengawas Haji DPR 2026 mendesak evaluasi total terhadap seluruh layanan Kementerian Haji dan Umrah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) setelah temuan lapangan menunjukkan sejumlah jemaah Indonesia terpaksa tidur di luar tenda selama puncak ibadah haji.
Anggota Timwas Haji DPR sekaligus Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang di Makkah, Jumat (29/5), mengungkapkan bahwa persoalan klasik seperti tenda yang tidak menampung seluruh jemaah, pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi maksimal, hingga ketersediaan air yang belum merata masih terjadi. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa tata kelola Armuzna perlu dirombak total.
"Di Armuzna, harus evaluasi semua, mulai dari bus, tenda, kapasitas kamar mandi, kesiapan makan, minum, semuanya perlu dievaluasi dan dipersiapkan. Tata kelolanya harus diulang, tidak seperti masa-masa lalu. Harus ada perubahan yang signifikan agar jemaah kita, khususnya yang berada di Mina, dapat beribadah dengan baik," tegas Marwan.
Marwan mencatat bahwa fasilitas di Mina belum berfungsi optimal. Ia menerima banyak masukan dari jemaah mengenai AC yang tidak dingin, air yang sulit diakses, dan berbagai kendala lain yang diperparah oleh tingginya kepadatan di area yang sangat terbatas. Ia menegaskan perlunya terobosan kebijakan untuk memutus siklus masalah yang sama setiap musim haji.
Meski demikian, Marwan mengakui bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sesuai agenda. Tahapan awal hingga puncak ibadah dinilai lancar. Ia mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah.
Namun, catatan kritis dari Timwas Haji ini menjadi pengingat bahwa tanpa perbaikan mendasar di Armuzna, pengalaman ibadah jemaah Indonesia akan terus terusik. Pertanyaan besarnya: akankah Kementerian Haji dan Umrah merespons dengan perubahan kebijakan yang nyata, atau kembali mengulang pola yang sama tahun depan?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7532552/original/066287400_1780306637-IMG-20260601-WA0135.jpg)