Dua Klub Premier League Incar Gelandang Muda Roma, Niccolo Pisilli
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dan Tottenham Hotspur dikabarkan tertarik merekrut gelandang Roma, Niccolo Pisilli, pada bursa transfer musim panas 2025.
- Pemain berusia 21 tahun itu baru saja menembus tim utama Roma dan menjadi langganan starter di Serie A, dengan kontribusi gol dan assist di akhir musim.
- Roma terpaksa menjual aset mudanya karena perlu mengumpulkan dana hingga €60 juta untuk memenuhi regulasi Financial Fair Play sebelum akhir Juni.

Minat klub-klub Premier League terhadap talenta muda Serie A kembali memanas. Kali ini, gelandang Roma dan timnas Italia, Niccolo Pisilli, menjadi incaran Newcastle United dan Tottenham Hotspur menjelang bursa transfer musim panas 2025.
Pisilli, yang baru berusia 21 tahun, musim lalu berhasil merebut tempat reguler di lini tengah Roma. Ia tampil dalam 21 pertandingan liga beruntun sejak pertengahan musim, sebuah pencapaian yang mengesankan bagi pemain yang sebelumnya harus bersabar menunggu kesempatan. Pada empat laga terakhir Serie A, ia menyumbang satu gol dan dua assist, membantu Roma meraih lima kemenangan beruntun yang mengantarkan klub ke zona Liga Champions.
Menurut laporan dari romanews.eu, Newcastle dan Tottenham sudah mulai memantau perkembangan sang pemain dan diperkirakan akan mengajukan tawaran dalam waktu dekat. Dengan kekayaan finansial yang dimiliki kedua klub, nilai transfer €35 juta dinilai bukan halangan berarti. Namun, persaingan bisa semakin ketat jika klub lain ikut melirik.
Bagi Roma, situasi ini menjadi dilema. Di satu sisi, Pisilli adalah produk akademi yang mulai menunjukkan potensi besar. Di sisi lain, klub ibu kota Italia itu terdesak kebutuhan likuiditas. Regulasi Financial Fair Play memaksa Roma untuk mengumpulkan dana segar hingga €60 juta sebelum akhir Juni. Penjualan Pisilli bisa menjadi solusi cepat, meski harus merelakan salah satu prospek terbaiknya.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti. Liga Italia dan Premier League memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika Pisilli pindah ke Inggris, ia akan menjadi salah satu pemain muda Italia yang patut disorot, seiring dengan meningkatnya minat penonton Indonesia terhadap sepak bola Eropa. Selain itu, nilai transfer pemain muda yang terus meroket bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain.
Ke depan, keputusan Roma akan menjadi kunci. Apakah mereka akan mempertahankan Pisilli dengan risiko gagal memenuhi FFP, atau melepasnya demi stabilitas keuangan? Jawabannya mungkin akan diketahui dalam beberapa pekan mendatang, saat bursa transfer mulai bergulir.


