Italiano Tinggalkan Bologna, Kandidat Kuat Pelatih Napoli
Baca dalam 60 detik
- Vincenzo Italiano resmi hengkang dari Bologna setelah dua musim, termasuk sukses meraih Coppa Italia.
- Ia menjadi salah satu kandidat utama kursi pelatih Napoli bersama Massimiliano Allegri.
- Kepergian Italiano membuka peluang bagi klub Italia untuk mendatangkan pelatih baru di musim panas.

Vincenzo Italiano secara resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Bologna setelah mencapai kesepakatan pemutusan kontrak secara sepihak. Keputusan ini diumumkan langsung oleh klub pada Kamis (10/6) dan langsung memicu spekulasi mengenai masa depan pelatih berusia 48 tahun tersebut, yang kini dikaitkan erat dengan kursi panas Napoli.
Dalam pernyataan resmi, Bologna mengungkapkan bahwa Italiano telah menyampaikan bahwa proyeknya di klub telah selesai, meskipun ia berhasil membawa prestasi gemilang dalam dua musim terakhir. Ia bergabung pada 2024 dan langsung menorehkan sejarah dengan mempersembahkan trofi Coppa Italia pada musim 2024-2025, sebuah pencapaian yang dianggap sebagai salah satu momen terbesar dalam sejarah klub.
โKami berterima kasih atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan Vincenzo selama dua musim ini. Ia telah menuliskan sejarah untuk Bologna,โ demikian bunyi pernyataan resmi klub. Meskipun demikian, performa Bologna di Serie A musim 2025-2026 hanya mampu finis di peringkat kedelapan, gagal meraih tiket ke kompetisi Eropa. Hasil ini mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong Italiano untuk mencari tantangan baru.
Nama Italiano kini santer dikaitkan dengan posisi pelatih Napoli yang tengah kosong. Ia disebut-sebut sebagai kandidat terdepan bersama Massimiliano Allegri, yang baru saja dipecat oleh AC Milan setelah gagal membawa tim lolos ke Liga Champions. Persaingan antara dua pelatih berpengalaman ini diprediksi akan memanas, mengingat Napoli membutuhkan sosok yang mampu membawa kembali kejayaan setelah musim yang kurang memuaskan.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, pergerakan pelatih di Serie A selalu menarik perhatian, terutama karena banyak pemain dan pelatih Indonesia yang menjadikan liga Italia sebagai referensi. Keputusan Italiano hengkang dari Bologna bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen karier dan ambisi dalam sepak bola profesional. Selain itu, persaingan antara Italiano dan Allegri juga menunjukkan betapa ketatnya bursa pelatih di Eropa, yang kerap diikuti oleh pengamat sepak bola Tanah Air.
Langkah selanjutnya bagi Italiano masih belum pasti, namun ia dipastikan tidak akan lama menganggur. Dengan reputasi yang dibangun di Bologna, ia menjadi aset berharga bagi klub mana pun yang membutuhkan pelatih dengan visi ofensif dan kemampuan mengelola skuad muda. Pertanyaannya, mampukah ia membawa Napoli kembali ke papan atas Serie A dan bersaing di Liga Champions?



