China Ragu Starship Elon Musk Akan Sukses: Masalah Teknis dan Finansial Belum Terpecahkan
Baca dalam 60 detik
- Kalangan antariksa China meragukan Starship, roket terbesar SpaceX, akan mampu mengatasi tantangan teknis dan finansial.
- Keraguan ini muncul di tengah persaingan global eksplorasi ruang angkasa yang semakin ketat.
- Jika Starship gagal, posisi AS dalam perlombaan antariksa komersial bisa tergoyahkan.

Keraguan mulai meluas di sektor antariksa China terhadap masa depan Starship, roket raksasa yang dikembangkan SpaceX milik Elon Musk. Banyak pihak menilai bahwa proyek ambisius ini belum mampu menyelesaikan masalah teknis dan finansial yang menghadang, sehingga masa depannya diragukan.
Dalam laporan South China Morning Post (SCMP) yang dirilis akhir pekan lalu, disebutkan bahwa kekhawatiran itu bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pendanaan. Starship, yang dirancang sebagai roket paling kuat di dunia, telah mengalami serangkaian uji coba yang memakan biaya besar namun belum menunjukkan hasil yang meyakinkan.
Para analis di China menilai bahwa SpaceX mungkin terlalu ambisius dengan target yang tidak realistis. Mereka membandingkan dengan program antariksa China yang lebih bertahap dan terukur. โChina lebih memilih pendekatan yang hati-hati dan terbukti, sementara SpaceX mengambil risiko besar dengan Starship,โ ujar seorang pengamat antariksa yang enggan disebutkan namanya.
Kekhawatiran ini juga berdampak pada persepsi global terhadap dominasi AS dalam industri antariksa komersial. Jika Starship gagal, China bisa memanfaatkan celah ini untuk memperkuat posisinya. Saat ini, China telah berhasil mengirimkan misi berawak ke stasiun luar angkasa dan berencana mendaratkan astronot di Bulan dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Meski tidak terlibat langsung dalam perlombaan antariksa, Indonesia memiliki kepentingan dalam pemanfaatan teknologi satelit dan komunikasi. Jika Starship gagal, rantai pasok global untuk peluncuran satelit bisa terganggu, yang berpotensi mempengaruhi harga dan ketersediaan layanan telekomunikasi di Tanah Air.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: mampukah SpaceX membuktikan bahwa keraguan itu salah? Atau justru China yang akan memanfaatkan momentum ini untuk melompat lebih maju? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: persaingan antariksa global semakin memanas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
