Video Sherly Tjoanda Bagikan Bantuan Modal di Facebook Terkonfirmasi Hoaks Berbasis AI
Baca dalam 60 detik
- Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda membagikan bantuan modal melalui Facebook telah divalidasi sebagai konten palsu.
- Hasil investigasi menunjukkan suara dalam video tersebut 98,2 persen merupakan hasil generasi AI, sementara gambar wajah diambil dari artikel berita yang tidak terkait.
- Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menawarkan bantuan finansial.
Video yang viral di Facebook dan diklaim memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos membagikan bantuan modal kepada masyarakat ternyata tidak benar. Setelah dilakukan penelusuran oleh tim verifikasi, konten tersebut dipastikan sebagai hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Unggahan yang beredar luas itu menampilkan sosok Sherly Tjoanda dengan narasi bahwa ia memberikan bantuan modal usaha melalui platform Facebook. Namun, berdasarkan laporan dari Kompas.com yang dirilis pada Jumat (29/5/2026), video tersebut merupakan produk deepfake. Suara Gubernur dalam video terdeteksi sebagai hasil sintesis AI generatif dengan tingkat probabilitas mencapai 98,2 persen. Sementara itu, gambar wajah yang digunakan diambil dari artikel di Ternate.tribunnews.com berjudul โWarganet Puji Sherly Laos yang Ternyata Jago Menyelam di Lautan Lepas: Kece Badai Ibu Gubernur,โ yang sama sekali tidak terkait dengan program bantuan.
Fenomena hoaks berbasis AI seperti ini kian marak dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Teknologi deepfake memungkinkan pembuatan konten palsu yang sangat meyakinkan, sehingga mudah menjebak korban yang tidak waspada. Dalam kasus ini, pelaku memanfaatkan figur publik untuk memberikan legitimasi palsu pada tawaran bantuan modal, yang berpotensi digunakan untuk penipuan atau pengumpulan data pribadi.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna media sosial, kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital. Banyak warga yang tergiur dengan tawaran bantuan modal di tengah kesulitan ekonomi, sehingga rentan menjadi sasaran penipuan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mengimbau agar setiap informasi yang bersifat finansial diverifikasi melalui kanal resmi. Sherly Tjoanda sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait penyalahgunaan namanya, namun tim humas Pemprov Maluku Utara dikabarkan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menelusuri pelaku.
Ke depan, tantangan dalam memberantas hoaks berbasis AI semakin kompleks. Teknologi deteksi deepfake memang terus berkembang, tetapi kecepatan penyebaran konten palsu seringkali melampaui upaya verifikasi. Pertanyaan yang mengemuka adalah: sejauh mana platform media sosial seperti Facebook bertanggung jawab dalam menyaring konten manipulatif sebelum viral? Tanpa regulasi yang lebih ketat dan kesadaran publik yang tinggi, hoaks serupa diprediksi akan terus bermunculan dengan modus yang semakin canggih.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)