Polisi Bongkar Motif Lain di Balik Pembunuhan Wanita yang Dilempar dari Tol Bogor
Baca dalam 60 detik
- Tersangka M Febryan mengaku sakit hati karena korban menyebutnya yatim piatu, namun polisi menduga ada motif lain seperti dendam dan keinginan menguasai harta.
- Korban AA dieksekusi di dalam mobilnya sendiri di kawasan Pakansari, lalu jasadnya dibuang dari jalan layang Tol BORR hingga viral di media sosial.
- Polresta Bogor terus mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi baru dan mencari bukti tambahan untuk mengungkap motif sebenarnya.

Polresta Bogor masih terus mendalami motif di balik pembunuhan sadis yang dilakukan M Febryan (26) terhadap seorang wanita berinisial AA, yang jasadnya ditemukan di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Kota Bogor, pada Sabtu (23/5) dini hari. Meski tersangka mengaku sakit hati karena korban mengucapkan kalimat 'kasihan ya tidak punya orang tua', penyidik mencurigai adanya motif lain yang lebih kompleks.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Bagus Azi Lesmana mengungkapkan bahwa pengakuan tersangka masih bersifat sementara. "Sampai saat ini, pengakuannya masih seperti itu. Bukti-bukti dan petunjuk lain belum kita temukan. Pengakuan si tersangka sementara itu tadi, dari dendam sampai keinginan menguasai harta," ujarnya, Kamis (28/5). Polisi kini tengah memeriksa saksi-saksi tambahan untuk mengonfirmasi keterangan tersangka.
Kronologi kejadian bermula saat korban dan tersangka bertemu di dalam mobil milik AA. Di kawasan Pakansari, dekat Stadion Pakansari, Febryan menjerat leher korban menggunakan dasi yang telah disiapkan. Setelah korban pingsan, tersangka membawa korban berkeliling dalam kondisi tidak sadar. Saat melintasi jalan layang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), korban yang mulai bergerak kembali kemudian dilempar ke bawah hingga jatuh di Jalan Sholeh Iskandar. Aksi ini terekam CCTV dan videonya viral di media sosial.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro mengecam tindakan tersangka sebagai "sangat biadab". Ia menjelaskan bahwa setelah melempar korban, Febryan langsung membawa kabur mobil korban menuju arah Garut. Polisi berhasil menangkap tersangka beberapa hari kemudian setelah melakukan penyelidikan intensif.
Kasus ini menyita perhatian publik karena kekejaman pelaku yang tega membuang korban dalam kondisi masih hidup atau setidaknya sekarat dari ketinggian. Psikolog forensik menilai bahwa motif sakit hati yang diakui tersangka mungkin hanyalah pemicu, sementara ada faktor lain seperti gangguan kepribadian atau riwayat kekerasan yang perlu didalami. Polisi pun belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Ke depannya, penyidik akan terus mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV tambahan dan keterangan saksi kunci. Pertanyaan besar yang masih menggantung: apakah benar motif pembunuhan ini hanya karena ucapan korban, atau ada skema perampokan dan dendam lama yang belum terungkap?



