Mantan Tukang Kebun Kerajaan Bocorkan Strategi Jitu Hadiri Pesta Kebun Istana Buckingham
Baca dalam 60 detik
- Jack Stooks, mantan pejabat taman Istana Buckingham, menyarankan tamu pesta kebun kerajaan untuk langsung menuju tenda teh begitu tiba guna menghindari antrean panjang.
- Antrean besar biasanya terjadi karena tamu lebih memilih berkumpul di area yang diyakini sebagai jalur lalu lintas keluarga kerajaan, bukan di tempat penyajian makanan.
- Aturan baru mengizinkan tamu memotret di area taman mawar, sebuah perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya yang melarang kamera.

Menghadiri pesta kebun di Istana Buckingham mungkin terasa seperti undangan sekali seumur hidup, tetapi tanpa strategi yang tepat, pengalaman itu bisa berubah menjadi perburuan teh dan sandwich yang melelahkan. Jack Stooks, mantan pejabat taman kerajaan yang bertahun-tahun mengelola area hijau istana, membocorkan satu trik sederhana: jangan ikut-ikutan mengantre melihat keluarga kerajaan, tetapi langsung menuju tenda teh.
Dalam wawancara dengan Heart Bingo Online, Stooks mengungkapkan bahwa kebanyakan tamu pesta kebun justru menghabiskan waktu berharga mereka dengan berbaris di sepanjang "jalan kerajaan" โ jalur yang biasa dilalui anggota keluarga kerajaan saat menyapa tamu. Padahal, di saat yang sama, tenda teh yang menyajikan minuman dan kue-kue klasik Inggris justru sepi pengunjung. "Saya selalu menyarankan untuk langsung ke tenda, ambil teh atau sandwich, karena saat itu belum ada kerumunan," ujarnya.
Fenomena ini terjadi karena tamu cenderung berkumpul di tempat yang mereka kira akan menjadi lokasi pertemuan dengan raja atau ratu. Akibatnya, begitu keluarga kerajaan muncul dan berjalan melewati barisan, semua orang serempak bergegas menuju tenda teh โ menciptakan antrean panjang yang sebenarnya bisa dihindari. Stooks, yang pernah bekerja di bawah mendiang Ratu Elizabeth II dan kini Raja Charles III, menegaskan bahwa pola ini sudah berlangsung puluhan tahun dan jarang berubah.
Stooks juga menjelaskan bahwa koordinasi acara berjalan sangat mulus karena staf istana sudah sangat terlatih. Satu-satunya variabel adalah jadwal Raja Charles. "Semuanya diatur berdasarkan buku harian Raja. Sudah pasti mereka akan memastikan dia hadir," katanya. Meski demikian, kehadiran anggota kerajaan lain seperti Pangeran William atau Putri Anne bisa berubah-ubah tergantung hari.
Bagi pembaca di Indonesia, tradisi pesta kebun kerajaan Inggris mungkin terasa eksklusif dan jauh dari realitas sehari-hari. Namun, pelajaran dari Stooks bisa diterapkan dalam konteks lokal: saat menghadiri acara resmi atau resepsi besar, jangan terpaku pada kerumunan di satu titik. Justru area yang sepi โ seperti meja makanan atau sudut taman โ sering kali menawarkan pengalaman lebih santai dan kesempatan berinteraksi lebih personal dengan tuan rumah atau tamu lain.
Perubahan aturan fotografi juga menarik dicermati. Sebelumnya, tamu dilarang keras membawa kamera ke area pesta. Kini, taman mawar menjadi spot favorit untuk berfoto. "Dulu tidak boleh memotret, sekarang semua orang berkeliling dan mengambil banyak gambar di taman mawar. Itu hal yang menyenangkan," kenang Stooks. Langkah ini menunjukkan upaya Istana Buckingham untuk menyesuaikan diri dengan budaya digital, tanpa kehilangan gengsi tradisi kerajaan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah kebijakan serupa akan diterapkan pada acara kerajaan lainnya, seperti resepsi kenegaraan atau upacara penghargaan. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Istana Buckingham akan semakin terbuka terhadap publik, meski tetap dalam bingkai protokol yang ketat. Satu hal yang pasti: bagi mereka yang beruntung menerima undangan, saran Stooks layak dicatat โ teh dan sandwich menanti, jangan sampai terlambat.



