Dua Alumni UNY Diduga Palsukan Riset, Kampus Lakukan Penelusuran
Baca dalam 60 detik
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah menyelidiki dugaan pemalsuan riset yang melibatkan dua nama alumni, Rifaldy Putra dan Prihartini, yang disebut mempresentasikan penelitian palsu di forum internasional di Kopenhagen.
- Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto, mengonfirmasi kedua nama tersebut terdaftar sebagai alumni, namun bukan dosen atau peneliti di kampus, dan pihaknya masih memverifikasi kebenaran identitas mereka.
- Kasus ini menjadi sorotan karena mencoreng nama institusi pendidikan Indonesia di kancah global, sekaligus memicu diskusi tentang pengawasan riset dan perlindungan reputasi akademik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/872470/original/005708600_1431094803-UNY.jpg)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dihadapkan pada skandal yang mengancam reputasi akademiknya setelah dua alumni diduga memalsukan riset dan mempresentasikannya di forum internasional di Kopenhagen, Denmark. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto, angkat bicara untuk mengklarifikasi status kedua nama yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dua nama yang disebut, Rifaldy Putra dan Prihartini, dikabarkan mempresentasikan penelitian pada 17โ21 Mei 2026 di Kopenhagen. Namun, setelah ditelusuri, UNY memastikan bahwa keduanya bukan bagian dari sivitas akademika kampus saat ini. โDua nama itu memang ada di database alumni kami. Rifaldy adalah mahasiswa Matematika angkatan 2014 dan Prihartini angkatan 2015,โ ujar Nur Hidayanto, Selasa (26/5/2026). Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedua nama tersebut tidak tercatat sebagai dosen atau peneliti di UNY.
Kendati demikian, UNY belum bisa memastikan apakah individu yang disebut dalam skandal tersebut benar-benar orang yang sama dengan alumni yang tercatat. โKami khawatir apakah benar itu yang dimaksud atau bukan. Maka kami perlu konfirmasi dulu,โ imbuh Nur Hidayanto. Upaya konfirmasi kepada Rifaldy pun menemui kendala karena nomor telepon yang ada di database sudah tidak aktif. Sementara itu, Prihartini berhasil dihubungi dan memberikan klarifikasi singkat melalui WhatsApp.
Dalam klarifikasinya, Prihartini menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang menyeret nama UNY. โKami menyatakan telah terjadi miskonsepsi di beberapa pihak dan menyebar di medsos dengan cepat tanpa konfirmasi ke kami terlebih dahulu,โ tulisnya. Namun, Nur Hidayanto masih ragu apakah sosok yang dihubunginya itu benar-benar pihak yang dimaksud dalam skandal pemalsuan riset.
Lebih lanjut, UNY membantah informasi yang menyebutkan bahwa Rifaldy berasal dari Jurusan Bedah Transplantasi Hati dan Laboratory Yogyakarta State University, Biology. โTidak ada nama jurusan atau departemen itu di UNY,โ tegas Nur Hidayanto. Hal ini memperkuat dugaan bahwa identitas yang digunakan dalam presentasi tersebut mungkin tidak sesuai dengan data sebenarnya.
Skandal ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi dan pengawasan dalam publikasi riset, terutama yang melibatkan nama institusi pendidikan. Bagi Indonesia, kasus ini berpotensi mencoreng reputasi akademik di mata internasional jika tidak ditangani transparan. UNY pun berkomitmen untuk terus menelusuri kebenaran informasi dan mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Pertanyaan yang masih mengemuka: sejauh mana institusi pendidikan dapat melindungi nama baiknya dari penyalahgunaan oleh oknum alumni?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7186959/original/042884900_1779983531-IMG_0027.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7253855/original/001124500_1780039906-3.jpg)
