Mel C Buka Suara: Tak Masalah Dikira Lesbian, Tapi Kecewa dengan Stereotip Penampilan
Baca dalam 60 detik
- Mel C, personel Spice Girls yang dikenal sebagai Sporty Spice, mengaku tidak keberatan saat publik menganggapnya gay, namun kecewa karena asumsi itu didasari penampilan fisik semata.
- Dalam wawancara terbaru, ia menegaskan bahwa orientasi seksual seseorang adalah urusan pribadi dan tidak seharusnya dinilai dari cara berpakaian.
- Pelantun 'Wannabe' itu justru bangga dengan dukungan besar komunitas LGBTQ+ terhadap Spice Girls, yang menurutnya melebihi ekspektasi mereka.

Mel C, mantan personel Spice Girls yang dikenal dengan julukan Sporty Spice, angkat bicara mengenai asumsi publik tentang orientasi seksualnya di masa lalu. Dalam sebuah wawancara, perempuan 52 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa terganggu dengan anggapan bahwa ia seorang lesbian. Namun, ada satu hal yang membuatnya kecewa: alasan di balik asumsi tersebut.
Menurut Mel C, banyak orang yang mengira ia gay semata-mata karena penampilannya yang kerap mengenakan pakaian olahraga. "Ada berbagai karakter Spice Girls, dan yang satu ini (Sporty Spice) selalu pakai active wear... lalu orang langsung berasumsi atau menyiratkan bahwa saya gay," ujarnya dalam acara The Mitch Churi Chat Show. Ia menambahkan, "Saya pribadi tidak punya masalah dengan itu. Tapi kalau dasarnya hanya dari penampilan atau cara berpakaian seseorang, ya itu agak tidak fair."
Pernyataan ini muncul setelah pembawa acara Mitch Churi, yang merupakan bagian dari komunitas LGBTQ+, awalnya menggunakan kata "accusation" (tuduhan) saat bertanya. Mel C dengan cepat mengoreksi bahwa ia lebih suka menyebutnya sebagai "asumsi". Churi pun meminta maaf atas pilihan katanya. Momen ini menunjukkan sensitivitas Mel C terhadap isu orientasi seksual, di mana ia enggan jika spekulasi tersebut dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
Meski sempat menjadi sasaran stereotip, Mel C justru merasa bangga dengan dukungan besar yang diberikan komunitas LGBTQ+ kepada Spice Girls. "Kami punya pengikut yang luar biasa dari komunitas LGBTQ+. Dan kami merasa ini lebih besar dari kami sendiri," kenangnya. Sikap inklusif ini, menurut Mel C, sudah menjadi kesadaran sejak awal. Dalam wawancara dengan majalah Attitude pada Oktober 2022, ia mengungkapkan bahwa para personel Spice Girls cepat menyadari banyak penggemar pria gay muda, termasuk yang belum 'coming out' atau belum sepenuhnya memahami identitas mereka. "Kami pun segera mengubah pesan, dari sekadar 'Girl Power' menjadi tentang inklusivitas," jelasnya.
Bagi pembaca di Indonesia, pernyataan Mel C ini relevan dengan diskusi tentang stereotip gender dan penampilan yang masih kerap terjadi. Di tengah maraknya konten media sosial yang mengaitkan gaya berpakaian dengan orientasi seksual, komentar Mel C menjadi pengingat bahwa asumsi semacam itu tidak hanya keliru, tetapi juga dapat melukai. Ia menegaskan dalam memoarnya, Who I Am, "Jika saya gay, lalu kenapa? Itu bukan hal buruk, itu hal yang hebat." Pernyataan ini menekankan bahwa orientasi seksual adalah urusan pribadi dan tidak seharusnya menjadi bahan penilaian publik.
Ke depan, pernyataan Mel C diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan. Pertanyaannya, akankah industri hiburan dan media massa di Indonesia mulai meninggalkan stereotip semacam ini dan lebih fokus pada bakat serta kontribusi seorang artis, bukan pada penampilan atau dugaan orientasi seksualnya?



