John Travolta Akhirnya Debut Sutradara: Belajar dari Altman hingga Tarantino
Baca dalam 60 detik
- John Travolta merampungkan film perdana sebagai sutradara, Propeller One-Way Night Coach, adaptasi novel anak-anaknya sendiri.
- Ia mengaku menyerap teknik dari sineas besar seperti Robert Altman, Mike Nichols, dan Quentin Tarantino selama puluhan tahun.
- Film berdurasi satu jam ini akan tayang di Apple TV pada 29 Mei, dibintangi putrinya, Ella Travolta.

John Travolta akhirnya mewujudkan ambisi di balik kamera. Aktor legendaris Hollywood itu merampungkan debut penyutradaraannya lewat film Propeller One-Way Night Coach, yang diadaptasi dari novel anak-anak karyanya sendiri pada 1997. Dalam proses kreatifnya, Travolta mengaku meminjam gaya dari sederet sutradara kelas dunia yang pernah ia temui selama lebih dari lima dekade berkarier.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Travolta menyebut nama-nama seperti Robert Altman, Mike Nichols, dan Quentin Tarantino sebagai sumber inspirasi utama. Ia juga memasukkan Tony Scott, John Woo, dan Brian De Palma dalam daftar referensinya. “Selama 50 tahun lebih saya mengamati sutradara—yang hebat, yang biasa, hingga yang buruk. Saya memilah apa yang berhasil dan tidak. Saya hanya mengambil tindakan sukses dari yang hebat,” ujarnya.
Travolta menambahkan bahwa pengalaman panjangnya sebagai aktor memberinya perspektif unik. Ia merasa telah “membiarkan mereka bekerja” selama setengah abad, lalu menyaring mana yang efektif dan mana yang tidak. “Akhirnya Anda tahu, ‘Beginilah cara menyutradarai film, inilah yang harus dilakukan’,” katanya.
Film berdurasi satu jam ini mengikuti kisah seorang remaja pecinta penerbangan dan ibunya dalam perjalanan lintas negara menuju Hollywood. Travolta juga bertindak sebagai narator dan muncul dalam cameo singkat. Menariknya, ia menolak tawaran dari pihak lain yang ingin menyutradarai proyek ini. “Hanya saya yang bisa menghubungkan titik-titik ini sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Travolta juga mengungkapkan bahwa ia sempat menunjukkan potongan awal film kepada seorang sutradara terkenal, yang memberikan satu catatan berharga. Namun, ia enggan menyebut identitas orang tersebut. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Travolta dalam menyempurnakan karya perdananya.
Bagi penikmat film di Indonesia, debut Travolta menjadi tontonan menarik karena menawarkan perspektif baru dari seorang ikon yang selama ini dikenal di depan layar. Dengan platform streaming global seperti Apple TV, akses menonton pun semakin mudah. Apakah Travolta akan sukses menyamai kualitas para mentornya? Publik akan menilai saat film dirilis akhir bulan ini.



