Perjalanan Francesca Jones di Prancis Terbuka Terhenti, Boulter Jadi Harapan Tunggal Inggris
Baca dalam 60 detik
- Francesca Jones mencatat kemenangan perdana di Grand Slam sebelum akhirnya dikalahkan unggulan ke-27 Marie Bouzkova di babak kedua Prancis Terbuka.
- Kegagalan Jones menyisakan Katie Boulter sebagai satu-satunya wakil Inggris di nomor tunggal Roland Garros tahun ini.
- Petenis berusia 25 tahun itu kini bersiap menatap musim lapangan rumput, dengan target meraih kemenangan perdana di Wimbledon.

Kiprah Francesca Jones di Prancis Terbuka 2025 harus berakhir lebih cepat. Petenis peringkat 102 dunia itu takluk dari unggulan ke-27 asal Ceko, Marie Bouzkova, dengan skor 6-0, 7-6 (7-3) pada babak kedua, Rabu (28/5). Kekalahan ini membuat Inggris hanya memiliki satu wakil tersisa di nomor tunggal: Katie Boulter.
Bagi Jones, turnamen Grand Slam di tanah liat Paris ini sejatinya menjadi momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia berhasil melewati babak pertama setelah mengalahkan mantan pemain top 10 dunia, Beatriz Haddad Maia dari Brasil, pada hari Minggu. Kemenangan itu terasa istimewa karena diraih di tengah masa sulit yang dijalaninya sejak awal tahun.
Jones mengakui bahwa laga kontra Bouzkova terasa berat, terutama setelah ia sempat tertinggal 1-4 di set kedua dan dua kali gagal memanfaatkan kesempatan untuk memaksa tie-break. "Saya mencintai lapangan tanah liat. Kekalahan ini akan terasa sama sakitnya seperti saat saya tersingkir di Wimbledon," ujarnya seusai pertandingan. Ia menegaskan akan selalu memberikan perlawanan maksimal tanpa peduli skor.
Perjalanan Jones menuju Roland Garros tahun ini penuh rintangan. Pada Januari, ia harus mundur dari Australia Terbuka karena cedera otot pinggul. Saat baru pulih dan mulai berlatih, sebuah kecelakaan di pusat kebugaran membuatnya menderita gegar otak berkepanjangan. Alat leg-press yang digunakan tiba-tiba rusak, menyebabkan beban seberat 45 kilogram jatuh mengenai kepala dan lututnya. Insiden itu memperlambat pemulihannya selama berbulan-bulan.
Kini, setelah menunjukkan performa menjanjikan di Paris, Jones mengalihkan fokus ke musim lapangan rumput. Ia bertekad untuk meraih kemenangan perdana di turnamen Grand Slam favoritnya, Wimbledon. "Minggu ini membuktikan bahwa saya selalu percaya pada diri sendiri, meskipun catatan saya di lapangan rumput tidak terlalu bagus tahun lalu. Saya mengandalkan mentalitas saya," katanya.
Di nomor ganda, hasil beragam diraih wakil Inggris. Neal Skupski yang berpasangan dengan Desirae Krawczyk (AS) melaju ke babak kedua ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Prancis Gregoire Jacq dan Harmony Tan 6-2, 6-1. Namun, Lloyd Glasspool dan Andreja Klepac (Slovenia) harus mengakui keunggulan Hsieh Su-wei (Taiwan) dan Mark Wallner (Jerman) 6-3, 7-5. Sementara itu, di ganda putri, Maia Lumsden bersama Isabelle Haverlag (Belanda) dihentikan oleh Luisa Stefani (Brasil) dan Gabriela Dabrowski (Kanada) 6-2, 6-0.
Dengan tersingkirnya Jones, perhatian publik Inggris kini tertuju pada Katie Boulter yang masih bertahan di undian tunggal. Bisakah ia melangkah lebih jauh dan menjadi kejutan di Roland Garros? Atau akankah petenis-petenis muda seperti Jones yang terus bangkit dari cedera menjadi cerita sukses di masa depan?



