Mencairnya Hubungan India-China: Film Tentang Bentrokan Galwan Dibekukan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah India meminta sineas mengubah atau menghentikan produksi film yang mengkritik China seiring membaiknya hubungan diplomatik kedua negara.
- Langkah ini menuai kritik dari sineas dan akademisi yang menilai kebebasan kreatif dikorbankan demi kepentingan politik luar negeri.
- Kesepakatan patroli perbatasan Oktober 2024 menjadi titik balik yang mendorong sensor konten anti-China di industri film India.

Membaiknya hubungan diplomatik antara India dan China berdampak langsung pada industri perfilman India. Sejumlah film yang mengangkat tragedi bentrokan Lembah Galwan 2020 terpaksa diubah judulnya, diambil ulang, atau bahkan dihentikan produksinya. Keputusan ini diambil setelah New Delhi dan Beijing mencapai kesepakatan patroli perbatasan pada Oktober 2024 untuk meredakan ketegangan dan memperluas kerja sama di bidang perdagangan, keamanan, dan diplomasi multilateral.
Langkah pemerintah India itu memicu reaksi dari para sineas dan akademisi. Mereka menilai kebijakan ini menunjukkan praktik selektif dalam penerapan kebebasan berkreasi di industri film India. โIni membahayakan kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi,โ ujar seorang sutradara yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, sensor yang didasari pertimbangan diplomatik justru kontraproduktif bagi demokrasi.
Konteks Indonesia patut dicermati. Sebagai negara tetangga yang juga memiliki hubungan kompleks dengan China, kebijakan India ini bisa menjadi preseden. Indonesia, yang kerap menghadapi isu serupa di Laut Natuna, mungkin perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kepentingan diplomatik. Namun, berbeda dengan India yang memiliki industri film masif, dampaknya di Indonesia mungkin lebih terbatas.
Para pengamat menilai bahwa langkah India ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan China. China adalah mitra dagang terbesar India, dan ketegangan di perbatasan telah mempengaruhi investasi dan perdagangan. Dengan meredakan ketegangan, India berharap dapat menarik lebih banyak investasi China dan mengurangi defisit perdagangan.
Di sisi lain, para sineas India khawatir bahwa sensor ini akan membuka pintu bagi sensor yang lebih luas di masa depan. โJika film tentang peristiwa sejarah bisa disensor demi hubungan diplomatik, apa selanjutnya? Film tentang politik dalam negeri?โ tanya seorang akademisi dari Universitas Delhi. Kekhawatiran ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut bisa berdampak jangka panjang pada iklim kreatif di India.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah India akan mempertahankan sikap ini atau melonggarkannya seiring waktu. Jika hubungan dengan China terus membaik, bukan tidak mungkin sensor akan semakin ketat. Namun, jika terjadi insiden baru di perbatasan, tekanan publik bisa memaksa pemerintah untuk mengubah arah. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana diplomasi dapat memengaruhi kebebasan berekspresi di negara demokrasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7307994/original/030059500_1780093649-7b38ad15-e345-473f-bc8e-7f77b4efe004.jpeg)

