Road to UFC Season 5: Duel Sengit Petarung Asia Pasifik Berebut Kontrak
Baca dalam 60 detik
- Turnamen Road to UFC Season 5 digelar dua malam berturut-turut, menampilkan petarung prospek dari Asia Pasifik yang memperebutkan kontrak UFC.
- Laga utama malam pertama mempertemukan petarung China Rongzhu dengan Victor Martinez, sementara malam kedua menampilkan Shi Ming versus Puja Tomar.
- Dua petarung gagal memenuhi batas berat badan, memicu perubahan duel dan menambah dinamika kompetisi.

Turnamen pencarian bakat MMA paling bergengsi di Asia Pasifik, Road to UFC, kembali hadir untuk musim kelima. Ajang yang menggunakan format "menang dan maju" ini akan berlangsung dalam dua malam berturut-turut, Kamis dan Jumat, 28-29 Mei 2025, dengan sederet laga sengit yang menjanjikan tiket menuju Ultimate Fighting Championship (UFC).
Pada malam pertama, laga utama menyajikan duel kelas ringan antara petarung asal Sichuan, China, Rongzhu (27-6) melawan Victor Martinez (13-6) dari San Juan, Amerika Serikat. Rongzhu dikenal sebagai striker atraktif, sementara Martinez memiliki reputasi pukulan keras. Namun, catatan penting: Martinez gagal memenuhi batas berat kelas ringan 156 pon, sehingga duel tetap berlangsung namun dengan konsekuensi tertentu.
Malam kedua menjadi puncak acara dengan laga utama mempertemukan Shi Ming (17-6), juara kelas jerami putri Road to UFC musim ketiga yang viral, melawan Puja Tomar (9-5), satu-satunya wakil India di UFC saat ini. Pertarungan ini sarat gengsi, mempertemukan dua petarung dengan basis penggemar besar di negara masing-masing. Sementara itu, laga co-main event menyajikan final kelas terbang musim keempat antara Namsrai Batbayar (9-1) asal Mongolia dan Yin Shuai (18-6) dari China. Pemenang duel ini berhak mendapatkan kontrak UFC.
Turnamen Road to UFC menjadi jembatan penting bagi petarung Asia Pasifik untuk menembus panggung global. Bagi Indonesia, ajang ini memberikan harapan akan munculnya petarung Tanah Air yang mampu bersaing di level tertinggi MMA. Meski belum ada wakil Indonesia di musim ini, prestasi petarung Asia seperti Shi Ming dan Puja Tomar bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia untuk mengembangkan karier di UFC.
Dengan dua petarung gagal memenuhi batas berat, pertanyaan muncul: akankah performa mereka terganggu? Kegagalan timbang sering kali memengaruhi kondisi fisik dan mental petarung. Namun, bagi penggemar MMA, insiden ini justru menambah bumbu dramatis dalam turnamen yang sudah penuh tekanan. Akankah ada kejutan lain di atas oktagon? Semua akan terjawab dalam dua malam penuh aksi.



