Peta Persaingan Kelas Ringan UFC Memanas Jelang Freedom 250: Siapa yang Siap Melaju ke Titel?
Baca dalam 60 detik
- UFC Freedom 250 pada 14 Juni akan menampilkan duel unifikasi gelar kelas ringan antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje sebagai laga utama.
- Sejumlah pertarungan krusial lain di divisi 155 pon turut mewarnai jadwal, termasuk duel Mauricio Ruffy vs Michael Chandler dan Benoit Saint Denis vs Paddy Pimblett.
- Para petarung seperti Arman Tsarukyan, Charles Oliveira, dan Quillan Salkilld diproyeksikan menjadi penantang serius gelar di paruh kedua tahun ini.

Menjelang gelaran UFC Freedom 250 yang akan berlangsung di Gedung Putih pada 14 Juni mendatang, perhatian besar tertuju pada divisi kelas ringan (155 pon). Laga utama yang mempertemukan Ilia Topuria dan Justin Gaethje dalam duel unifikasi gelar menjadi puncak acara, namun rangkaian pertarungan lain di kelas ini juga menyimpan cerita menarik yang patut disimak.
Selain partai puncak, ada beberapa duel lain yang dijadwalkan dalam waktu dekat dan diprediksi akan memengaruhi peta persaingan. Fares Ziam akan berhadapan dengan Tom Nolan pada 6 Juni, disusul Mauricio Ruffy vs Michael Chandler di Freedom 250, serta Rafael Fiziev vs Manuel Torres di UFC Baku (27 Juni). Sementara itu, Benoit Saint Denis akan menghadapi Paddy Pimblett di UFC 329 pada Juli. Pertarungan-pertarungan ini menjadi ajang pembuktian bagi para petarung muda dan veteran untuk menunjukkan kapasitas mereka.
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa laga Ruffy vs Chandler menjadi sorotan karena gaya bertarung keduanya yang kontras. Ruffy, seorang striker Brasil yang dinamis, akan diuji kemampuan gulatnya oleh Chandler yang agresif. Jika Ruffy kalah, hal itu bisa menjadi indikasi kelemahan fundamentalnya dalam menghadapi pegulat. Sementara itu, duel Fiziev vs Torres diyakini akan berlangsung sengit. Fiziev, yang sempat menjadi langganan papan atas, kini dalam tren negatif dengan empat kekalahan dalam lima laga terakhir. Torres, yang baru masuk peringkat setelah mengalahkan Grant Dawson, berpeluang membuktikan diri sebagai ancaman serius.
Di sisi lain, Saint Denis dianggap sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan. Jika ia mampu mengalahkan Pimblett dengan dominan, peluangnya untuk mendapatkan kesempatan merebut gelar akan semakin terbuka. Sebaliknya, Pimblett yang sebelumnya gagal menjadi penantang Topuria setelah kalah dari Gaethje, kini berada di persimpangan jalan. Kekalahan kedua bisa membuatnya sulit kembali ke jalur perebutan gelar.
Selain para petarung yang telah dijadwalkan, sejumlah nama lain juga menjadi sorotan. Arman Tsarukyan, yang ditunjuk sebagai petarung cadangan di Freedom 250, tengah dalam performa impresif dengan lima kemenangan beruntun. Namun, kontroversi di luar oktagon kerap membayangi langkahnya. Charles Oliveira, sang juara BMF, baru saja meraih dua kemenangan beruntun dan berpotensi menghadapi pemenang duel McGregor vs Holloway jika McGregor menang. Sementara itu, Quillan Salkilld, lulusan DWCS yang baru 18 bulan berada di UFC, telah mencatat rekor 5-0 dengan tiga kemenangan ronde pertama beruntun. Ia kini menempati peringkat 12 dan dianggap sebagai prospek masa depan divisi ini.
Menatap ke depan, persaingan kelas ringan UFC semakin menarik dengan munculnya talenta muda seperti Salkilld, Ziam, dan Nolan. Namun, para veteran seperti Dan Hooker, Renato Moicano, dan Mateusz Gamrot masih menjadi penghalang yang tangguh. Dengan banyaknya pertarungan krusial dalam beberapa pekan ke depan, peta persaingan dipastikan akan terus berubah. Para penggemar disarankan untuk menyaksikan setiap momen UFC Freedom 250 yang akan disiarkan langsung dari Gedung Putih pada 14 Juni melalui Paramount+.



