Misi Diplomatik Rubio ke India: Memperbaiki Citra Hubungan Bilateral di Tengah Isu Tarif dan Energi
Baca dalam 60 detik
- Kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertujuan mengoreksi persepsi negatif tentang komitmen Washington terhadap New Delhi, terutama di bidang perdagangan dan pertahanan.
- Meskipun ada kesepakatan prinsip penurunan tarif timbal balik dari 50% menjadi 18%, ketegangan dagang masih membayangi hubungan kedua negara.
- Pertemuan Quad dan potensi kerja sama energi menjadi agenda penting untuk memperkuat aliansi strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan resmi ke India dalam upaya memperbaiki persepsi hubungan bilateral yang dinilai renggang di era pemerintahan Trump. Kunjungan ini berfokus pada pemulihan kepercayaan di bidang perdagangan, pertahanan, serta penguatan kerja sama dalam kerangka Quad.
Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, menegaskan bahwa hubungan kedua negara merupakan kemitraan strategis global yang komprehensif dan berdampak luas. Menurutnya, kunjungan Rubio menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Pengamat hubungan internasional dari King's College London, Harsh Pant, menilai bahwa kunjungan ini lebih dari sekadar agenda formal. โIni tentang memperbaiki persepsi publik terhadap hubungan AS-India, karena banyak kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump tidak cukup serius dalam melibatkan India,โ ujarnya. Pant menambahkan bahwa pendekatan Washington selama ini justru tidak banyak membantu memperkuat posisi India di panggung global.
Ketegangan dagang masih menjadi isu sensitif meskipun kedua pihak telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menurunkan tarif. India sebelumnya dikenai sanksi karena tetap membeli minyak dari Rusia di tengah konflik Ukraina, yang memicu pengenaan tarif tinggi oleh Washington. Rubio diharapkan dapat membuka jalan bagi solusi yang lebih permanen.
Selain isu bilateral, pertemuan Quad yang melibatkan AS, India, Jepang, dan Australia juga menjadi sorotan. Kerja sama energi dan keamanan maritim di Indo-Pasifik menjadi prioritas, seiring meningkatnya pengaruh China di kawasan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan kekuatan dan stabilitas regional.
Ke depan, keberhasilan kunjungan Rubio akan diukur dari kemampuan kedua negara mengubah kesepakatan prinsip menjadi kebijakan konkret, terutama dalam hal akses pasar dan investasi. Jika berhasil, hubungan AS-India berpotensi menjadi pilar utama arsitektur keamanan Indo-Pasifik.


