Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek, Perlihatkan Kekuatan Militer Terbaru
Baca dalam 60 detik
- Pyongyang meluncurkan beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah laut pada Selasa, menandai uji coba pertama sejak pertengahan April.
- Peluncuran ini terjadi di tengah kebuntuan diplomasi nuklir dengan AS dan sikap keras Kim Jong Un terhadap Seoul.
- Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mendorong penguatan militer mandiri, termasuk pengembangan kapal selam nuklir.

Korea Utara kembali menunjukkan kekuatan militernya dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Barat pada Selasa (26/5). Peluncuran ini menjadi yang pertama sejak pertengahan April lalu, ketika Pyongyang menguji coba rudal jarak pendek dengan hulu ledak cluster.
Menurut keterangan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, rudal-rudal tersebut ditembakkan dari wilayah Jongju, sebuah kota di pesisir barat Korea Utara. Militer Seoul langsung meningkatkan status pengawasan dan berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat serta Jepang untuk memantau perkembangan situasi.
Aksi terbaru ini menegaskan sikap Pyongyang yang tetap keras terhadap Washington. Meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginan untuk melanjutkan dialog, Korea Utara mengabaikan tawaran tersebut dan menuntut agar AS tidak lagi menjadikan denuklirisasi sebagai prasyarat pembicaraan. Kim Jong Un bahkan semakin mempertegas permusuhan terhadap Korea Selatan, menyebutnya sebagai musuh permanen dan paling bermusuhan, serta mengambil langkah-langkah untuk memutuskan semua hubungan bilateral.
Di tengah ketegangan ini, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam rapat kabinet pada hari yang sama menekankan pentingnya penguatan kemampuan pertahanan nasional. Ia menyoroti pengembangan kecerdasan buatan, teknologi drone, serta kemungkinan akuisisi kapal selam bertenaga nuklirโsebuah isu yang telah menjadi bagian dari diplomasi dengan Washington. Lee, yang dikenal sebagai politikus liberal dan mendukung perbaikan hubungan dengan Korea Utara, tidak secara spesifik mengomentari ancaman dari utara. Namun, ia menegaskan bahwa Seoul harus menunjukkan tekad untuk bertanggung jawab atas keamanannya sendiri, yang justru akan memperkuat aliansi dengan AS.
Langkah militer Korea Utara kali ini menjadi pengingat bahwa stabilitas di Semenanjung Korea masih rapuh. Dengan kedua belah pihak yang terus memperkuat postur militer, prospek dialog diplomatik tampak semakin suram. Analis menilai bahwa peluncuran rudal ini bisa menjadi sinyal bahwa Pyongyang tidak akan melunak dalam waktu dekat, sementara Seoul berupaya membangun kapasitas pertahanan yang lebih mandiri.


